Gara-gara Makan Bersama, 53 Orang di Denmark Terinfeksi Varian Omicron

Ilustrasi Covid-19 varian Omicron - DW.com
06 Desember 2021 15:17 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kasus penularan luar biasa atau superspreader Virus Corona varian Omicron terjadi di Denmark. Sebanyak 53 orang positif Covid-19 setelah acara makan siang.

Dikutip dari akun Instagram dokter Adam Prabata @adamprabata, Senin (6/1/2021), dari 150 orang yang menghadiri kegiatan makan siang bersama, sebanyak 53 orang terinfeksi Virus Corona varian Omicron.

Kasus tersebut terjadi paa Minggu (5/12/2021). Belajar dari kasus tersebut, Adam mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan bila berkumpul.

BACA JUGA : Warga Sleman Diminta Mewaspadai Varian Omicron

Penularan Covid-19 varian Omicron di tingkat komunitas juga terjadi di Australia. Penularan itu terjadi di sekolah. Sebanyak 13 orang positif Covid-19, tiga di antaranya positif terinfeksi Virus Corona varian Omicron.

“Kasus ini mengingatkan pentingnya menjaga protokol kesehatan saat tatap muka di sekolah,” kata Adam.

Diberitakan sebelumnya, 15 negara bagian Amerika Serikat telah mendeteksi kasus infeksi Virus Corona varian Omicron dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat.

Hal tersebut disampaikan Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, Rochelle Walensky saat memberi keterangan pada sidang Komite Kesehatan, Pendidikan, Perburuhan dan Pensiun Senat.

“Kami tahu kami memiliki beberapa lusin kasus dan kami mengikutinya dengan cermat. Kami setiap hari mendengar tentang semakin banyak kasus yang mungkin terjadi sehingga jumlahnya kemungkinan akan meningkat,” kata Walensky seperti dikutip CNBC.com, Senin (6/12/2021).

Dia menegaskan, setidaknya 15 negara bagian AS telah mendeteksi varian Covid-19 tersebut. Varian omicron, yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, memiliki beberapa mutasi pada protein lonjakan yang memungkinkan virus masuk ke dalam tubuh.

Beberapa dari mutasi tersebut dapat menyebabkan peningkatan resistensi antibodi dan transmisibilitas.

Para ilmuwan masih mengumpulkan data tentang varian Omicron dan efektivitas vaksin Covid-19 saat ini. Setelah terdeteksi di beberapa negara lain, AS melaporkan kasus Omicron pertamanya pada 1 Desember.

Beberapa pasien baru-baru itu tercatat bepergian ke Afrika bagian selatan, sedangkan yang lainnya tidak memiliki riwayat perjalanan. Artinya, transmisi komunitas sedang berlangsung.

BACA JUGA : Omicron Merebak di 38 Negara, Apakah Berakhir dengan Gejala Ringan?

Dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus di AS, para pejabat pada awalnya membatasi perjalanan bagi warga non-AS dari Afrika Selatan, Botswana, Zimbabwe, Namibia, Lesotho, Eswatini, Mozambik, dan Malawi.

Anthony Fauci, pejabat tinggi penyakit menular AS, mengatakan bahwa dia berharap larangan itu dapat dicabut dalam periode waktu yang wajar.

Namun, sebagian besar kasus di AS masih disebabkan oleh varian Delta.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia