Pemerintah Perlu Melakukan Negosiasi Syarat Vaksin untuk Haji atau Umrah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. - Antara
25 November 2021 07:17 WIB Jaffry Prabu Prakoso News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA–Aturan yang memberatkan jemaah terkait pelaksanaan ibadah umrah ataupun haji seperti halnya vaksin Covid-19 perlu dinegosiasikan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo. 

Oleh karena itu, Kementerian Agama (Kemenag) harus melakukan komunikasi yang baik dan intensif dengan Arab Saudi terkait persyaratan pelaksanaan ibadah umrah atau haji.

“Khususnya mengenai persyaratan vaksinasi yang ditetapkan Arab Saudi yang berbeda dengan di Indonesia, agar lebih diupayakan tidak memberatkan calon jemaah,” katanya kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Bambang menjelaskan bahwa Kemenag juga perlu terus melakukan komunikasi untuk meyakinkan Arab Saudi terkait Indonesia yang telah berkomitmen taat aturan protokol kesehatan maupun melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

Upaya tersebut agar otoritas Arab Saudi yakin bahwa jamaah Indonesia yang akan melakukan ritual ibadah umrah bebas Covid-19.

“Saya juga meminta komitmen pemerintah untuk terus mengupayakan terlaksananya ibadah umrah atau haji dengan persyaratan yang mampu dipenuhi oleh calon jamaah,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kabar baru dari Arab Saudi, pembicaraan dengan otoritas haji dan umrah Saudi mengalami kemajuan yang menggembirakan.

“Alhamdulillah, hari ini saya bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufig F. Alrabiah di Makkah. Menteri Taufig mengatakan bahwa Indonesia adalah prioritas dalam masalah haji dan umrah,” ujarnya, dikutip melalui rilisnya, Senin (22/11/2021).

Menurutnya, hasil pertemuannya dengan Menteri Haji Saudi cukup progresif dan efektif. Hal itu tidak terlepas dari diskusi awal yang dilakukan Wakil Menteri Haji Saudi dengan tim Kementerian Agama yang dikomandoi Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Staf Khusus Menteri Agama, dan tim Konsul Haji Jeddah.

Yaqut berharap, ke depannya jemaah Indonesia bisa segera melepas kerinduannya untuk menunaikan ibadah umrah. "Kita sangat berharap semoga hal itu tidak lama lagi,” katanya.

Sumber : bisnis.com