Arteria Dahlan Batal Diperiksa Polisi, Ini Penyebabnya

Anggota DPR RI Arteria Dahlan. - Antara\\n\\n
24 November 2021 15:47 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polresta Bandara Soekarno-Hatta batal memanggil Anggota DPR RI Arteria Dahlan untuk dimintai keterangan terkait cekcok antara dirinya dengan wanita yang mengaku keluarga Jenderal bintang tiga bernama Anggiat Pasaribu alias Rindu.

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Edwin Hariandja mengatakan polisi sedianya meminta klarifikasi kepada Arteria terkait cekcoknya dengan Anggiat Pasaribu.

"Rencana hari ini klarifikasi dari pihak pak Arteria Dahlan. Jadi karena beliau ada kegiatan tadi kasat serse sudah berkoordinasi dengan staf beliau dan untuk klarifikasi pemeriksaan pihak dari Pak Arteria Dahlan direncanakan minggu depan," kata Edwin, Rabu (24/11/2021).

Edwin mengatakan permintaan klarifikasi terhadap Arteria Dahlan dijadwalkan pada Jumat (3/12) atau Sabtu (4/12). Sementara itu Anggiat Pasaribu akan diperiksa pada Kamis (25/11) besok.

"Untuk besok tetap rencana pemeriksaan terhadap Anggiat Pasaribu," ujar Edwin.

Terkait isu pencabutan laporan oleh Anggiat Pasaribu, Edwin mengaku polisi belum menerima informasi tersebut.

"Sampai saat ini belum ada. Jadi tetap rencana besok saudari Anggiat Pasaribu besok akan kita minta klarikasi," ucapnya.

Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, mengaku sudah memaafkan wanita yang mengaku anak jenderal bintang tiga yang terlibat cekcok dengan ibunya di pesawat hingga bandara.

“Dari awal saya sudah maafkan, begitu juga ibu saya, perempuan yang ngaku anak jenderal bintang 3 itu kan rakyat kita juga. Wajib kita ayomi dan bina,” kata Arteria seperti dilansir dari Tempo, Selasa (23/11/2021).

Meski sudah memaafkan, Arteria menegaskan bahwa proses hukum tetap berlanjut. “Kan dia laporkan saya juga, ya kita buktikan saja siapa yang benar dan mana yang salah. Saya kan orang biasa, harus tahu diri. Makanya saya tahu diri hanya melalui jalur hukum lah saya minta perlindungan dan penegakan hukum,” ujarnya.

Arteria mengaku ingin melihat kinerja kepolisian untuk mencermati perkara tersebut. Pasalnya, dia menilai polisi terkesan kurang berani bersikap ketika perempuan muda tersebut marah-marah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia