PSEL Bogor Raya 1 Rp2,8 Triliun Diingatkan Harus Akuntabel
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
Gibran Rakabuming Raka/JIBI-Solopos-Farida Trisnaningtyas
Harianjogja.com, SOLO-Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, siap memburu pelaku aksi vandalisme yang menyasar ruang publik di sejumlah lokasi strategis di Kota Solo, termasuk yang berlangsung beberapa hari terakhir terkait Persis Solo. Pemkot akan mengecek rekaman kamera CCTV terdekat dari lokasi kejadian untuk menemukan pelaku.
“Ya, nanti tak bersihkan. Nanti kami lihat di CCTV kelihatan enggak. Nanti kami cari,” kata Wali Kota Gibran kepada Solopos.com-jaringan Harianjogja.com di Balai Kota, Senin (22/11/2021).
Ia mengomentari aksi vandalisme yang diduga karena kecewa lantaran Persis Solo kalah dari PSIM Yogyakarta itu. Gibran menyayangkan aksi vandalisme di ruang publik lantaran Persis Solo masih menjadi pemuncak klasmen Grup C Liga II meski kalah dalam derbi Mataram.
“Kecewa nek ora tau menang kui ora apa-apa, wong peringkat siji kok kecewa. Peringkat siji kecewa yo lagi iki (kecewa kalau enggak pernah menang itu tidak apa-apa, tapi ini peringkat pertama kok kecewa. Peringkat pertama, kecewa, ya, baru ini),”ucapnya.
Baca juga: Daftar Pemenang American Music Awards 2021, BTS Artist of The Year!
Ia lantas membandingkannya dengan laga Manchester United melawan Watford yang berakhir dengan skor 1:4, yang dimenangkan Watford.
“Kalau kaya gini, kecewa [sama Manchester United] ya enggak apa-apa. Ini kan [Persis Solo] masih peringkat pertama,” ucapnya.
Dia meminta semua pihak menahan diri lantaran seluruh persoalan pasti diselesaikan oleh manajemen Persis Solo. “Biar diurus manajemen, sudah ada solusi,” kata dia.
Dia kemudian kembali menanyakan permasalahan yang membuat aksi vandalisme itu. “Apa ta sing dipermasalahke? Ra seneng aku. [Apa sih yang dipermasalahkan, saya tidak suka],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
PSEL Bogor Raya 1 senilai sekitar Rp2,8 triliun diminta akuntabel dan diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.
Gaji manajer Kopdes belum ditetapkan. Berikut gambaran penghasilan berdasarkan UMP 2026 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.