86,27 Juta Jiwa Warga Indonesia Sudah Terima Vaksin 2 Dosis

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada warga di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman, Jakarta, Selasa (16/11/2021). Kementerian Kesehatan mencatat cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah melampaui target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sekurang-kurangnya 40 persen populasi pada akhir 2021. - Antara
18 November 2021 10:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jumlah warga Indonesia yang telah menerima dosis vaksin secara lengkap 86,27 juta jiwa hingga Rabu (17/11/2021) pukul 12.00 WIB.

Data Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dua dosis vaksin Covid-19 pada Rabu (17/11/2021) bertambah 909.032 menjadi 86.279.716 orang.

Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama yang sebanyak 713.506 jiwa, maka jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 132.006.377 jiwa.

BACA JUGA : Sultan: Klaster Takziah Sedayu Membuat DIY

Adapun total vaksinasi untuk dosis ketiga bertambah sebanyak 3.413 menjadi 1.197.579 orang.

Pemerintah berencana memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.

Dengan demikian, suntikan dosis pertama vaksin Covid-19 sudah diberikan pada 63,38 persen dari total 208.265.720 warga yang menjadi sasaran vaksinasi Covid-19.

Sementara, warga yang sudah selesai menjalani vaksinasi baru meliputi 41,42 persen dari total sasaran.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Profesor Wiku Adisasmito meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk segera meningkatkan cakupan vaksinasi sebagai modal menghadapi potensi lonjakan kasus.

"Cakupan vaksin penting sebagai modal menghadapi lonjakan kasus  yang mulai terjadi, dan harus diupayakan tercapai sebelum terjadinya lonjakan ketiga," ujarnya.

Dia menegaskan semua jenis vaksin yang masuk dan beredar di Indonesia sudah dipastikan keamanan, kualitas, dan efektifitasnya berdasarkan uji yang dilakukan oleh Badan POM dan pemantauan instansi serta organisasi profesi terkait.

"Saya juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak memilih-milih merek vaksin yang digunakan," ucapnya.

 

Sumber : Antara