Jadi OKB, Warga Terdampak Tol Jogja-Solo Diminta Bijak Belanjakan Duit UGR

Spanduk protes ganti rugi jalan tol Solo-Jogja di Karanganom, Klaten. - Solopos/Ponco Suseno
18 November 2021 02:27 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengimbau kepada warga terdampak jalan tol Solo-Jogja agar menggunakan uang ganti rugi (UGR) yang diterima secara bijak. Para warga terdampak tol Solo-Jogja kini menjadi orang kaya baru atau OKB karena per orang ada yang menerima UGR senilai Rp3 miliar-Rp4 miliar.

Sedikitnya 20 orang terdampak proyek jalan tol Solo-Jogja dari Polanharjo hingga Ngawen Klaten langsung membelanjakan uang ganti rugi (UGR) dengan membeli mobil.

“Tentunya akan ada warga yang memiliki duit banyak. Kami berpesan, gunakan uang itu sebaik-baiknya. Jangan boros. Beli sesuatu yang menjadi kebutuhan, bukan yang diinginkan. Manfaatkan yang lebih baik, seperti disimpan atau pun digunakan untuk usaha,” kata Sri Mulyani dalam berbagai kesempatan soal pemanfaatan UGR oleh warga Klaten terdampak tol Solo-Jogja.

Luas tanah di Klaten terdampak jalan tol Solo-Jogja berkisar 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi. Luas tersebut tersebar di 50 desa di 11 kecamatan. Masing-masing kecamatan yang akan dilintasi jalan tol, seperti Polanharjo, Delanggu, Ceper, Karanganom, Ngawen, Karangnongko, Klaten Utara, Kebonarum, Jogonalan, Manisrenggo, dan Prambanan.

“Selama ini, bentuk kerugian yang diinginkan warga lebih tertarik ke uang. Soalnya lebih fleksibel [dibandingkan bentuk kerugian lain, seperti rumah, saham, dan lainnya],” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono.

Menjamurnya OKB dampak dari proyek jalan tol Solo-Jogja juga dimanfaatkan oleh marketing kendaraan di Kabupaten Bersinar. Termasuk tim marketing Toyota Nasmoco Klaten yang jemput bola menawarkan produk ke warga terdampak jalan tol Solo-Jogja di GOR Kalimosodo Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Rabu (17/11/2021).

Pada kesempatan itu sedang berlangsung musyawarah penetapan bentuk kerugian jalan tol Solo-Jogja di Senden. Total lahan terdampak jalan tol Solo-Jogja di Senden mencapai 186 bidang atau setara 19 hektare.

Tim marketing Toyota Nasmoco Klaten biasanya standby di setiap pintu masuk lokasi berlangsungnya musyawarah. Setiap warga terdampak jalan tol Solo-Jogja yang keluar dari GOR Kalimosodo Senden langsung ditemui sekaligus diberi brosur berisi harga mobil. Upaya jemput bola seperti itu telah dilakukan sejak musyawarah hingga pembayaran UGR di Kecamatan Polanharjo.

Camat Ngawen, Anna Fajria Hidayati, juga ditawari membeli mobil baru oleh tim marketing Toyota Nasmoco. Namun, orang nomor satu di Pemerintahan Kecamatan Ngawen itu belum tertarik membeli mobil baru.

“Ini, saya kasih [brosur]. Saya takut kepengin kalau melihatnya [ingin membeli mobil baru],” kata Anna Fajria Hidayati.

Sumber : JIBI/Solopos