Kasus Covid-19 di Luar Negeri Melonjak, Luhut: Jangan Egois, Mari Jaga Prokes!

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan diperiksa suhu tubuhnya sebelum rapat dengan Presiden Joko Widodo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Pemeriksaankondisi suhu tubuh bagi tamu maupun pejabat tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di lingkungan Istana Kepresidenan. ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan
16 November 2021 00:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Beberapa negara baik di Asia dan Eropa kini tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan tidak ingin hal serupa terjadi di Indonesia.

“Di kesempatan ini, di tengah angka peningkatan kasus di Eropa dan beberapa negara lain yang terus tinggi, saya kembali mengajak kita semuanya untuk tidak egois dan saling berbesar hati agar kita sama-sama bisa menaati kembali protokol kesehatan yang terus dihimbau agar kita tidak kembali mengulang pengalaman buruk pada masa yang lalu akibat kelalaian kita,” katanya melalui keterangan resmi, Senin (15/11/2021).

BACA JUGA : Ini Penyebab Kasus Covid-19 di DIY Melonjak Lagi

Menurutnya, segala pengorbanan yang telah dilakukan seluruh elemen bangsa harus terus dijaga dan tidak dilupakan hanya karena kejenuhan dan keegoisan semata.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan kasus di berbagai negara.

“Kalau kita lihat dibandingkan dengan berbagai negara lain, posisi kita relatif lebih baik,” katanya.

Dalam kasus per 100.000 penduduk, sambungnya, Indonesia tercatat hanya 1 yang terkena kasus Covid-19, sedangkan, Thailand mencapai 89 kasus per 100.000 penduduk.

BACA JUGA : Update 3 November 2021: Covid-19 di Jogja Melonjak Lagi 

Lalu, Singapura tercatat per 100.000 penduduk terjadi 454 kasus dan Malaydia per 100.000 orang tercatat 157 kasus, serta Australia 51 kasus.

“Kita akan terus memonitor sebelum dilakukan pembukaan dengan negara-negara lain,” katanya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia