Meminimalisasi Tindak Kejahatan dengan Alarm Kendaraan Bermotor

Direktur Kemitraan Inkoppol Budi Satriyo (kiri). - Ist.
15 November 2021 04:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Aksi kejahatan menyasar kendaraan bermotor kerap terjadi. Oleh karena itu pengamanan pada kendaraan bermotor perlu dilakukan demi mencegah terjadi curanmor. Salah satunya security alarm yang bekerja menggunakan sensor sentuh sebagai kunci pengaman kedua ketika kendaraan bermotor berhasil dinyalakan.

Direktur Kemitraan Induk Koperasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Inkoppol) Budi Satriyo menyatakan pentingnya pengaman kendaraan bermotor guna mencegah terjadinya tindak kejahatan curanmor yang angkanya cukup tinggi. Keberadaan alat pengaman menjadi penting demi mencegah pencurian terjadi.

“Untuk meminimalisasi kejahatan sekaligus membantu kepolisian. Jika security alaram dipasang di motor, ditinggal saja itu motor tidak bisa dibawa, sehingga dengan mudah pihak berwajib menangani pelakunya,” katanya, Minggu (14/11/2021).

BACA JUGA : MOTOR BARU : Motor Anti Maling Yamaha GT Eagle Eye

Alat tersebut sedang dikembangkan antara Inkoppol bersama dengan PT BSM melalui penandatangana kerja sama berikut penjualan produk dagang lainnya. Menjadi salah satu pengaman paling canggih karena tanpa disentuh sesuai dengan titik pemasangan alat tersebut maka kendaraan bermotor tidak bisa dibunyikan.  

“Keberadaan alat ini merupakan gerakan ekonomi kreatif dari anak bangsa, harus didukung karena saat pandemi ini harus kreatif membantu pihak yang butuh ditingkatkan ekonominya. Kami sebagai induk koperasi merangkul membuka mitra dengan siapa pun,” katanya.

Budi mengatakan Inkoppol akan bekerja sama dengan unit di kepolisian seperti Ditreskrimum maupun Ditlantas terkait pemakaian alat pengaman tersebut. “Karena ini termasuk membantu kepolisian meminimalisasi tindak kejahatan. Alat ini bukan GPS, tetapi ketika motor sudah on dia tidak akan hidup kalau tidak sentuh sensor, jadi tidak bisa diapa-apakan meskipun sudah dibuka dengan kunci T misalnya, kecuali diangkut,” katanya.

Alat tersebut ditarget diproduksi minimal 50.000 per bulan dengan total target 1 juta unit pada 2022 mendatang. Adapun harga di pasaran Rp225.000 mulai dijual pada awal Desember 2021 mendatang. “Ini murni karya anak bangsa, lebih canggih dari alat pengaman sebelumnya,” kata Direktur BSM, Bagus Anggoro. Alat tersebut juga diklaim mencegah terjadinya begal yang sering terjadi di jalanan. Hingga saat ini sudah ada yang memesan 13.000 unit dari berbagai daerah di Indonesia.