Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Ganjar Pranowo saat pemberian penghargaan kepada pendonor darah di Jateng-Ist
Harianjogja.com, SEMARANG - Yohannes Setiyono menjadi salah satu dari puluhan pendonor sukarela yang menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah. November 2021 ini, Yohannes tercatat telah berdonor sebanyak 82 kali.
“Saya sudah mulai sejak usia muda, mungkin umur 21 ketika saya ikut dalam kaum muda di Gereja Gedangan. Kemudian saya pindah ke Tanah Mas, saya tetap menjadi pendonor rutin,” kata Yohanes ditemui usai Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke 50 dan 75 kali tahun 2021, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran, Senin (8/11/2021).
Yohanes berharap, ke depan makin banyak warga Jawa Tengah yang menjadi pendonor sukarela. Apalagi, kata Yohanes, PMI di daerah seringkali mengalami kekurangan stok darah.
“Harapannya makin banyak orang mau mendonorkan secara sukarela, itu yang sangat kami harapkan semakin banyak lagi,” ujarnya.
Kepala PMI Jawa Tengah, Sarwa Pramana dalam laporannya mengatakan, di kesempatan ini setidaknya ada 1.070 pendonor sukarela yang menerima penghargaan. Rinciannya pendonor sukarela ke 50 kali ada 835 orang dan pendonor 75 kali ada 235 orang.
“Perlu kami sampaikan bahwa PMI di Jawa Tengah dapat memenuhi 97% kantong darah di RS dan 98% pemenuhan plasma konvalesen,” kata Sarwa.
Acara tersebut dihadiri masing-masing satu perwakilan pendonor dari 36 Unit Donor Darah PMI se Jateng. Wakil Gubernur Jateng sekaligus Ketua Dewan Kehormatan PMI Jateng, Taj Yasin Maimoen juga hadir dalam acara tersebut.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan penghargaan ini sebagai bentuk penghormatan tinggi kepada para pendonor sukarela. Ganjar mengatakan, sikap mereka merupakan ketulusan sejati dalam laku kemanusiaan.
“Penghormatan ini kita berikan sebagai suatu rasa atau perhatian dari pemerintah kepada aksi kemanusiaan,” katanya.
Donor darah, lanjut Ganjar, bukan suatu aksi yang bisa diwakilkan. Maka, Ganjar menyebut para pendonor darah sukarela melakukan aksi kemanusiaan yang sejati.
“Mungkin bukan berapa kali kita berdonor, sekalipun menurut saya itu adalah aksi sejati dari perasaan yang tulus untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tandasnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Pieter Huistra menyebut pemain asing PSS Sleman masih beradaptasi. PSS juga membuka peluang merekrut pemain lokal dan menyiapkan uji coba.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.