Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan aktivitas melukis/Instagram @agusyudhoyono
Harianjogja.com, JAKARTA –Kabar buruk datang dari mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden RI Ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dikabarkan mengidap kanker prostat. Simak penyebab, gejala, faktor risiko, hingga komplikasi akibat kanker prostat di tubuh.
Berdasarkan hasil pemeriksaan baik melalui metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET), Specific Membrane Antigen (SMA), Scan, dan pemeriksaan yang lain, kanker prostat yang diderita oleh SBY masih berada dalam tahapan atau stadium awal.
Staf Pribadi Presiden RI Ke-6 Ossy Dermawan mengatakan keluarga SBY sudah melalukan konsultasi yang mendalam dengan Tim Dokter Indonesia, termasuk para urolog senior.
"Sesuai diagnosa dari Tim Dokter, diputuskan medical treatment [SBY] dilakukan di sebuah rumah sakit di luar negeri yang memiliki pengalaman panjang dan teknologi yang maju untuk menangani kanker prostat," ujar Ossy dalam keterangan resmi, Selasa (2/1/2021).
Simak penjelasan lengkap tentang kanker prostat yang dialami oleh SBY, mulai dari definisi, gejala, penyebab, faktor risiko, hingga komplikasi penyakit ini seperti dilansir dari Mayo Clinic, Selasa (2/11/2021).
Mengutip dari Mayo Clinic, kanker prostat merupakan kanker yang terjadi pada prostat atau kelenjar kecil berbentuk seperti kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani.
Kanker prostat bisa dikatakan sebagai salah satu jenis kanker yang paling umum. Banyak kanker prostat tumbuh lambat dan terbatas pada kelenjar prostat, di mana hal itu mungkin tidak menyebabkan kerusakan serius.
Beberapa jenis kanker prostat tumbuh lambat dan mungkin memerlukan perawatan minimal atau bahkan tanpa pengobatan. Namun, ada pula jenis lain bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.
Kanker prostat yang terdeteksi lebih awal ketika masih terbatas pada kelenjar prostat memiliki kemungkinan untuk berhasil dalam pengobatan.
Kanker prostat mungkin tidak menimbulkan tanda atau gejala pada tahap awal. Kanker prostat yang lebih lanjut dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti berikut ini:
Kapan Anda harus ke dokter?
Buat janji untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda memiliki tanda atau gejala persis seperti di atas atau gejala lain yang mengkhawatirkan Anda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.
Mulai Oktober 2026, warga Indonesia usia 17 tahun ke atas akan dibukakan rekening BRI untuk penyaluran bantuan pemerintah.
Kelok 23 Bantul akan diuji coba 14-20 September 2026. Bupati Bantul mengingatkan warga agar tidak menyerobot lahan untuk bangunan liar.