Advertisement

Setelah 20 Bulan Penantian, Kegiatan Keagamaan akan Dibuka Bertahap

Akbar Evandio
Kamis, 28 Oktober 2021 - 13:17 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Setelah 20 Bulan Penantian, Kegiatan Keagamaan akan Dibuka Bertahap Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Reisa Broto Asmoro di Kantor Presiden, Senin (21/9 - 2020) / Youtube Setpres

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA – Pembukaan kegiatan keagamaan akan dilakukan secara bertahap.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro menyampaikan pembukaan kegiatan keagamaan saat ini dilakukan setelah harus menanti sekitar 20 bulan lamanya.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Tentunya ini bertahap ya dan kegiatan itu juga dilakukan setelah menunggu kurang lebih sekitar 20 bulan, sampai situasi lebih kondusif. Tentu harus diperhatikan beberapa syarat yang memang harus dipenuhi kalau kita mau melakukan upacara atau kegiatan keagamaan di masyarakat,” katanya secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Dia melanjutkan belum lama ini kegiatan keagamaan Ngaben di Bali juga telah kembali bisa dilaksanakan secara besar-besaran. Bahkan, dirinya mengamati langsung kegiatan keagamaan di Bali pada 8 Oktober 2021.

“Kenapa itu boleh? Karena kita melihat berbagai prasyarat awalnya sudah dipenuhi. Dari mulai positivity rate,” tuturnya.

Baca juga: Bocah 12 Tahun Asal Kulonprogo Wakili DIY dalam Lomba Wayang Golek Tingkat Nasional

Reisa menjelaskan saat itu positivity rate Bali itu berada di bawah 1 persen, sehingga tingkat konfirmasi harian rendah. Padahal indikator minimal positivity rate itu adalah 5 persen.

“Sedangkan angka tracing atau penelusuran sudah naik yang rata-rata 5 orang per kasus terkonfirmasi kini jadi 8 orang atau lebih. Meski idealnya ada 15 orang ya,” lanjutnya.

Advertisement

Kemudian, dia mengatakan, BOR atau tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit di bawah 10 persen.

“Itu jauh dengan angka yang ditetapkan oleh WHO, kalau WHO menetapkan standar minimal di bawah 60 persen,” katanya.

Alhasil, kata Reisa dengan adanya penurunan itu, kesembuhan tetap terus tinggi, angka kasus aktif Covid-19 berkurang, dan case fatality turun.

Advertisement

“Maka beberapa upacara besar ya keagamaan itu sudah boleh dilakukan kembali itu,” ujarnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Advertisement

alt

Kaesang dan Erina Menikah di Sleman, Bagaimana Cuaca Hari Ini?

Jogja
| Sabtu, 10 Desember 2022, 00:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement