Lowongan Kerja Pengawal Energi 2026 Dibuka, Cek Jadwal dan Cara Daftarnya
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
Ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SOLO-Sedikitnya 47 siswa dan pengajar di lima SD di Kota Solo terpapar Covid-19 dalam masa pembelajaran tatap muka (PTM). Jumlah tersebut tersebar SD Kristen Manahan, SD Al Islam 2 Jamsaren, SDN Semanggi Lor, SDN Mangkubumen Kidul dan SDN Danukusuman.
Dua dari lima sekolah tersebut harus ditutup selama sebulan menyusul adanya kasus baru dalam pelacakan kontak (tracing). Informasi yang dihimpun Solopos.com, kasus Covid-19 terbanyak ditemukan di SD Kristen Manahan yakni 32 kasus. Rinciannya, empat kasus positif Covid-19 ditemukan saat tes acak pada pertengahan Oktober 2021. Saat pelacakan kontak, ada 28 tambahan kasus di sekolah itu.
SDN Danukusuman menjadi sekolah dengan kasus terbanyak kedua yakni 11 kasus. Dua di antaranya ditemukan saat tes acak, sedangkan sisanya terlacak dalam tracing.
Adapun SDN Semanggi Lor tercatat dua kasus saat tes acak, sedangkan SD Al Islam 2 dan SD Mangkubumen Kidul masing-masing memiliki satu kasus positif saat tes acak. Dari total 47 kasus di lima sekolah tersebut, 41 di antaranya merupakan kasus pada siswa, sedangkan sisanya merupakan pengajar.
Ketua pelaksana Satgas Covid-19 Kota Solo, Ahyani, mengatakan SDN Kristen Manahan dan SD Danukusuman harus ditutup sebulan karena masih ditemukan kasus tambahan saat pelacakan kontak.
Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sampai 1 November, Wisata Air Bisa Dibuka
“Satu bulan PJJ [pembelajaran jarak jauh] dulu. Untuk sekolah yang nihil kasus saat tracing, PTM dihentikan sementara selama dua pekan. Seluruh warga sekolah yang terpapar wajib karantina,” ujar Ahyani dalam jumpa pers di Balai Kota Solo, Senin (18/10/2021) sore.
Tracing
Ahyani mengatakan pelacakan kontak bakal terus dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kasus. Tracing, imbuhnya, bakal turut melibatkan daerah lain seperti Sukoharjo, Klaten Karanganyar. Menurut Ahyani, mayoritas kasus positif saat pengembangan tes berasal dari warga luar Solo.
“Hal ini harus kita kelola dengan baik. Perlu pengendalian agar kasus tak bertambah,” ujar Ahyani yang juga Sekda Solo itu.
Lebih jauh, pihaknya mewanti-wanti sekolah lain yang menggelar PTM agar menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ahyani mengingatkan tak hanya siswa yang harus taat prokes, melainkan guru dan warga sekolah lain. “Orang tua juga punya peran pengawasan. Mayoritas waktu anak kan berada di rumah,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan upaya tracing perlu berlanjut ke lingkaran keluarga siswa untuk memutus persebaran virus. “Kalau siswa tinggal di luar Solo ya menjadi wewenang daerah setempat. Sudah kami infokan ke mereka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Pengawal Energi 2026 pada 24 Oktober–1 November untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi di 3.679 SPBU.
BPBD Sumsel mengerahkan empat helikopter untuk melanjutkan pemadaman karhutla di OKI, Ogan Ilir, dan Muara Enim.
Tecno Megabook K15S hadir di Indonesia dengan Ryzen 5 7430U, layar 15,6 inci, baterai 70 Wh, dan harga mulai Rp8,59 juta.
Volkswagen dikabarkan berencana memangkas 12.000 pekerja tambahan hingga 2030. Serikat IG Metall mengancam mogok mulai 2027.
Danantara mengakuisisi hotel dan lahan di Makkah. Komnas Haji berharap investasi ini meningkatkan layanan sekaligus menekan biaya haji dan umrah.
Jenazah Anggota VI BPK RI Fathan Subchi diperkirakan tiba di Jakarta pada Senin, lalu disemayamkan di Kantor BPK dan rumah duka di Condet.