Tips Reseller Pemula Agar Bisa Raup Keuntungan

Ilustrasi reseller
17 Oktober 2021 08:37 WIB Dewi Andriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pertumbuhan bisnis digital di masa pandemi ini ternyata cukup signifikan sehingga memberi banyak kesempatan bagi masyarakat untuk memulai usaha dan menjalankan bisnis yang bahkan bisa dilakukan dari rumah.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, transkasi e-commerce pada tahun ini meningkat hingga 33,2 persen dengan proyeksi nilai transaksi mencapai sebesar Rp337 triliun, dibandingkan tahun 2020 lalu yakni sekitar Rp253 triliun.

Untuk memulai bisnis digital melalui e-commerce, masyarakat tidak mesti harus memiliki brand bisnis sendiri tetapi juga bisa memulainya dengan menjadi seorang reseller terlebih dulu. Jika usahanya makin besar dan berkembang, maka dapat menjadi kesempatan baginya membangun bisnisnya lebih besar dengan membuat brand sendiri.

Ketika seorang pelaku usaha terlalu tergesa-gesa memulai bisnis dengan membuat brand sendiri hanya bermodal ikut-ikutan saja tanpa perencanaan bisnis yang baik dan matang, bisa jadi usahanya tersebut malah akan berhenti di tengah jalan.

Bagaimanapun membuat perencanaan yang matang dan blueprint bisnis yang solid, merupakan sebuah hal yang wajib dilakukan oleh Pelaku UMKM sebelum memulai bisnis.

Andi Djoewarsa selaku Chief Marketing Officer, Ninja Xpress mengatakan pertumbuhan bisnis digital memang harus menjadi perhatian banyak pihak. Para pelaku UMKM dapat melihatnya sebagai peluang bisnis baru, salah satunya dengan menjadi reseller di tengah pertumbuhan e-commerce yang cukup pesat.

“Terlebih di masa pandemi seperti sekarang ini, pelaku UKM dituntut untuk lebih adaptif dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” ujarnya.

Andi mengatakan bahwa peluang dan keuntungan menjadi reseller kini makin meningkat seiring dengan pergeseran pila belanja masyarakat ke digital. Tidak harus ketika ingin terjun berbisnis lantas langsung membangun brand sendiri.

Christina Lie selaku founder 101Red.com mengatakan pelaku UKM yang ingin memutuskan apakah menjadi reseller atau brand owner harus terlebih dahulu memperhatikan tantangan dan keuntungan dari kedua model bisnis tersebut.

Jika seseorang tersebut tidak ingin dipusingkan oleh proses panjang seperti mencari pabrik produksi, sewa tempat operasional, serta biaya riset dan inovasi produk, maka menjadi reseller adalah sebuah keputusan yang tepat.

Namun, untuk menjadi seorang reseller juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisnis yang dijalankan dapat lancar. Untuk itu dia membagikan sejumlah tips bagi pemula yang ingin sukses berjualan sebagai reseller di marketplace atau e-commerce.

Pertama, membuat tampilan toko yang menarik di marketplace. Menurutnya, kesalahan krusial yang sering dilakukan oleh para reseller adalah membiarkan tampilan toko mereka di marketplace dengan seadanya saja.

Padahal, tampilan toko di marketplace juga seharusnya sama bagus dengan tampilan toko di media sosial. “Tampilan yang menarik dan sesuai dengan target pembeli, akan meningkatkan kesempatan produk dapat terjual,” terangnya.

Kedua, melengkapi deskripsi dan informasi produk yang dijual. Informasi yang lengkap serta deskripsi produk yang jelas dapat membantu para calon pembeli dalam memutuskan untuk membeli produk yang dijual.

Menurutnya, ketika si pemilik usaha tidak membuat deskripsi yang detail dan hanya sekedar asal-asalan serta informasi produk yang diberikan tidak jelas, maka akan menjadi bumerang karena citra toko menjadi buruk di mata calon pembeli.

Ketiga, jalin hubungan dengan reseller lainnya. Mendekatkan diri dengan reseller lain menurutnya juga penting untuk menciptakan kedekatan. Salah satu trik yang bisa diterapkan adalah dengan membuat grup Whatsapp atau bergabung dengan grup yang sudah ada, dan memperkenalkan diri agar lebih terbuka dan mengenal satu sama lain.

“Adanya interaksi antar reseller di grup tersebut akan menghasilkan kolaborasi ketika stok barang habis dan membutuhkan stok barang lain, dengan cara tersebut akan menghasilkan win win solution dalam  pembagian margin,” tuturnya.

Keempat, menguasai produk dan memiliki stok lengkap. Menguasai produk dengan menjelaskan secara jelas terhadap barang yang sebetulnya dibutuhkan pelanggan, memiliki stok lengkap yang bervariasi akan menumbuhkan kepercayaan lebih pelanggan dan menciptakan berbagai pesanan.

Selain itu, dengan memiliki jam operasional toko lebih lama dan melakukan respon yang cepat terhadap pertanyaan pelanggan melalui chat di marketplace atau media sosial akan menghadirkan kenyamanan lebih kepada pelanggan ketika berbelanja.

Kelima, gunakan ekspedisi lengkap COD dan Same Day. Seorang pelaku usaha juga perlu menyediakan solusi pengiriman dengan berbagai layanan seperti COD, ataupun same day sehingga pelanggan akan bebas memilih layanan pengiriman.

Keenam, menjaga after sales dengan pelanggan. Menurutnya, hal yang mudah tetapi sering terlupakan oleh reseller adalah menanyakan ke pelanggan terkait posisi barang yang diterima, hingga menanyakan soal kendala.

Cara tersebut akan menunjukan kepedulian lebih reseller terhadap pelanggan, sehingga kenyamanan berbelanja akan terus tercipta dan menghasilkan pesanan berulang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia