Bulog Magelang Salurkan 10.646 Ton Jagung SPHP untuk Peternak
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.
Atlet Gantole asal Sumatera Barat (Sumbar) alami kecelakaan, jatuh di atap rumah warga, saat sedang berlaga di PON XX Papua/Twitter-jayapuraupdate
Harianjogja.com, SOLO - Atlet Gantole asal Sumatera Barat (Sumbar) yang berlaga di PON XX Papua mengalami kecelakaan. Khaidir Anas mendarat darurat di rumah warga, setelah beberapa detik melayang di udara.
Video evakuasi dirinya yang tersangkut di atap rumah warga pun beredar luas di media sosial. Akibatnya, Khaidir pun harus dilarikan di rumah sakit karena mengalami cedera. Dirinya di rawat di Rumah Sakit Youwari di Kota Jayapura pada Minggu (3/10/2021).
Melansir Antara, pelatih gantole Sumbar Philips R Sakti mengatakan, setelah mengalami insiden Khaidir sudah mendapatkan perawatan intensif.
Khaidir juga sudah menjalani tes radiologi dan hasilnya memang ada tulang punggung yang merenggang.
Selain itu saat terjatuh, lanjutnya yang mendarat pertama kali ke tanah dalah keningnya sehingga menyebabkan lecet dan lebam. Sang atlet pun mengalami shock dan sesak nafas.
"Hasil ini tentu membuat Khaidir Anas tidak dapat melanjutkan pertandingan di kelas A untuk kategori lintas alam," kata Philips.
Philips menduga penyebab jatuhnya atlet Sumbar itu bukan karena faktor angin yang kencang, melainkan karena menggunakan layangan yang baru dengan teknologi canggih.
"Alat ini memiliki mobilitas yang tinggi dan juga liar untuk dikendalikan. Selain itu alat ini mampu membuat atlet menyelesaikan kategori lintas alam dalam waktu yang cepat," kata dia.
Persoalannya, alat ini belum sering digunakan oleh Khaidir Anas dalam latihan.
Dulu pernah ingin digunakan untuk aero touring yakni dengan ditarik gantole bermotor namun gagal.
Kemudian sewaktu di Banten ada perlombaaan, ia sudah mendaftar namun saat akan bertanding motor penarik gantole rusak.
"Saat di PON Papua ini ada waktu untuk latihan jelang tanding namun Khaidir tidak mendapatkan jadwal tersebut dan layangan itu digunakan pada perlombaaan tadi," lanjut sang pelatih.
Ia mengatakan, karena layangan yang liar membuat dia jatuh dan merusak rumah warga yang ada di dekat lapangan tersebut.
Menurut dia, Khaidir beruntung karena tidak jatuh ke jalan aspal yang dilalui kendaraan karena dampaknya lebih fatal.
"Saya sudah mengingatkan untuk menggunakan layangan yang lama saja namun sebagai pelatih tidak mau memaksakan kehendak. Saya berharap dia segera sembuh dan tidak memberikan dampak kepada rekan lainnya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
BPPTKG mencatat 40 kali guguran lava Gunung Merapi pada 2-8 Oktober 2026. Jarak luncur terjauh mencapai 2.500 meter ke arah Kali Sat/Putih.
Soto ayam menjadi menu favorit pembalap dan ofisial GP Indonesia 2026 di Mandalika. Lapak SSB milik Hesti bahkan menjual lebih dari 200 porsi sehari.
Polri memutasi 199 personel melalui Telegram Kapolri 10 Oktober 2026. Sejumlah jabatan strategis, termasuk Kakorlantas dan tiga Kapolda, berganti.
Veda Ega Pratama finis keenam di Moto3 Mandalika 2026, meraih 10 poin, dan naik ke posisi ketujuh klasemen. Maximo Quiles memastikan gelar juara dunia.