Advertisement
Hasil Studi: Vaksin Covid Pfizer Sangat Efektif Cegah Rawat Inap Selama 6 Bulan
Vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech - BBC
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech Covid sangat efektif untuk mencegah rawat inap selama setidaknya enam bulan, sebuah penelitian skala besar menunjukkan, tetapi perlindungan terhadap infeksi hampir setengahnya selama periode yang sama.
Efektivitas terhadap semua infeksi Covid turun dari puncaknya 88 persen sebulan setelah menerima seri dua suntikan menjadi 47 persen enam bulan kemudian, menurut penelitian. Namun, efektivitas terhadap rawat inap tetap tinggi pada 90 persen secara keseluruhan dan yang terpenting di semua varian, termasuk delta.
Temuan yang diterbitkan di Lancet, konsisten dengan laporan awal dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan kementerian kesehatan Israel yang menyarankan perlindungan terhadap virus memudar dalam waktu enam bulan.
Melansir CNBC, Selasa (5/10/2021), data yang dipublikasikan muncul kurang dari dua minggu setelah regulator kesehatan AS menyetujui pendistribusian suntikan booster vaksin Pfizer-BioNTech ke berbagai orang Amerika, termasuk orang tua dan orang dewasa lainnya yang dianggap berisiko tinggi. Hanya sejumlah kecil penerima yang awalnya menerima vaksin Pfizer yang memenuhi syarat untuk mendapatkan booster saat ini.
BACA JUGA: Meski Penularan Covid Sudah Terkendali, PPKM DIY Belum Turun Level
Temuan yang diterbitkan Senin malam didasarkan pada lebih dari 3,4 juta catatan kesehatan elektronik dari sistem kesehatan Kaiser Permanente Southern California antara 4 Desember dan 8 Agustus. Selama masa studi, proporsi kasus positif yang dikaitkan dengan varian delta meningkat dari 0,6 persen pada bulan April menjadi hampir 87 persen pada bulan Juli.
Para peneliti menemukan efektivitas vaksin Pfizer terhadap infeksi varian delta adalah 93 persen sebulan setelah dosis kedua dan turun menjadi 53 persen empat bulan kemudian. Sebagai perbandingan, efektivitas terhadap varian non-delta lainnya adalah 97 persen setelah satu bulan dan menurun menjadi 67 persen setelah empat bulan, menurut penelitian.
Efektivitas terhadap rawat inap terkait delta tetap tinggi pada 93 persen selama masa studi, kata para peneliti.
Kepala petugas medis untuk vaksin Pfizer, Dr. Luis Jodar mengatakan, penurunan kemanjuran untuk infeksi kemungkinan besar karena memudarnya dan tidak disebabkan oleh delta atau varian lain yang lolos dari perlindungan vaksin.
“Analisis spesifik varian kami dengan jelas menunjukkan bahwa vaksin BNT162b2 efektif terhadap semua varian yang menjadi perhatian saat ini, termasuk delta,” katanya dalam rilis yang diterbitkan bersamaan dengan penelitian tersebut.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo, Jumat 27 Maret 2026
- Wisata Sleman Ramai, Tapi Hunian Hotel Belum Maksimal
- Dishub Kulonprogo: Jalur Mudik Didominasi Motor dan Mobil Pribadi
- Terminal Giwangan Diserbu Pemudik, Bus Gratis Jadi Favorit
- Salah Pergi, Liverpool Incar Winger Muda Juventus
- Jadwal Lengkap KA Bandara YIA Jumat 27 Maret 2026 dari Tugu ke Bandara
- Jadwal Lengkap Bus DAMRI Sleman ke YIA Rute Jam dan Tarif, Maret 2026
Advertisement
Advertisement








