Advertisement
Pemerintah Diingatkan Agar Tidak Terburu-buru Menetapkan Status Endemi Covid-19
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Pelonggaran pembatasan memang dapat menggairahkan perekonomian. Namun Lembaga Indonesia for Global Justice (IGJ) mengingatkan kepada pemerintah agar jangan tergesa-gesa dalam menetapkan status Covid-19 menjadi endemi.
"Tentu tidak dengan gegabah terburu-buru menetapkan status menjadi endemi. Evaluasinya harus lebih matang," kata Direktur Eksekutif IGJ Rachmi Hertanti ketika dihubungi di Jakarta, Senin (4/10/2021).
Advertisement
Menurut Rachmi, jika tidak dilaksanakan dengan matang, maka ke depannya hanya berpotensi akan membuka peluang peningkatan kasus, dan tidak menutup kemungkinan kembali pada status lama.
Ia mengemukakan, langkah pemerintah ke arah endemi juga perlu dikombinasikan dengan langkah-langkah kesehatan yang diperlukan seperti menjamin bahwa proses vaksinasi sudah dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Memang harapannya, masih menurut dia, jika situasi semakin membaik akan ada dampak terhadap geliat ekonomi dari pelonggaran aktivitas masyarakat.
Baca juga: Masuk ke Polres Kulonprogo Kini Harus Pakai Aplikasi PeduliLindungi
"Ekonomi diharapkan dapat berdampak berangsur pulih. Ketika kegiatan ekonomi dapat berjalan harapannya bisa juga mendongkrak daya beli masyarakat," katanya.
Rachmi berpendapat bahwa pelonggaran kegiatan dapat berdampak pada semua sektor ekonomi, khususnya yang berada di sektor jasa.
Sebagaimana diwartakan, Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak mulai menyiapkan transisi dari masa pandemi ke endemi karena Covid-19 belum diketahui kapan akan hilang.
"Karena kita tahu Covid-19 ini tidak mungkin akan hilang. Oleh sebab itu kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi,” kata Presiden Jokowi saat meninjau vaksinasi di SLB Negeri 1 Yogyakarta, Kabupaten Bantul yang dipantau dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Jakarta, Jumat (10/9/2021).
Presiden mengatakan seluruh pihak perlu mulai belajar hidup bersama dengan Covid-19. Hal tersebut penting agar masyarakat tidak memiliki euforia yang berlebihan dan tetap waspada terhadap bahaya Covid-19 yang setiap saat bisa menyerang.
Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito optimistis Indonesia akan mampu mengubah kondisi pandemi/wabah di mana-mana menjadi endemi atau penyakit yang muncul di suatu daerah/wilayah seiring terkendalinya kasus Covid-19 nasional.
"Ingat, untuk mengubah kondisi pandemi menjadi endemi membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Namun bukan tidak mungkin jika Indonesia sebagai bangsa besar mampu mempertahankan kondisi yang cukup terkendali," ujar Wiku dalam konferensi pers yang dipantau via daring di Jakarta, Selasa (7/9/2021).
Ia mengatakan, dengan modal perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri yang semakin membaik, maka target besar Indonesia adalah mempertahankan kondisi kasus yang cukup terkendali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Hasto Dukung Gagasan Gentengisasi Prabowo, Bedah 200 Rumah Tahun Ini
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- KRL Jogja-Solo Ramai Akhir Pekan, Ini Jadwal Terbarunya
- Gempa Pacitan M6,4 Terjadi Dini Hari, Ini Data BMKG
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 6 Februari 2026
- BMKG Catat Gempa Susulan Pacitan Seusai Magnitudo 6,4
- Gempa Pacitan M 6,4 Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Jogja
- BMKG Catat Gempa Pacitan M6,4, Tak Menimbulkan Tsunami
- Gempa Pacitan Magnitudo 6,4 Ganggu KA Lodaya Jalur Selatan
Advertisement
Advertisement



