Advertisement
Candi Borobudur Dibuka, Pengunjung Dibatasi 4.000 Orang
Wisatawan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/2/2021). - Harian Jogja/Nina Atmasari
Advertisement
Harianjogja.com, MAGELANG- Candi Borobudur melakukan simulasi uji coba pembukaan wisata pada Jumat (17/9/2021), sebelum mulai uji coba pembukaan Sabtu (18/9/2021). Kegiatan wisata dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, sekaligus penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Simulasi dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen, dipimpin Direktur Utama PT TWC Edy Setijono. Mereka melaksanakan kegiatan wisata mulai dari masuk pintu gerbang, mendengarkan petunjuk protokol kesehatan tempat wisata, mencuci tangan, melakukan pemindaian dengan check in di aplikasi PeduliLindungi.
Advertisement
Wisatawan yang sudah dinyatakan lolos pemindaian akan mendapatkan stiker tanda aman. Mereka lalu bisa membeli tiket dan masuk secara tertib. Wisatawan saat ini hanya bisa mencapai pelataran Candi Borobudur. Selanjutnya, sebelum meninggalkan lokasi wisata tersebut, wisatawan jangan lupa untuk check out aplikasi PeduliLindungi.
BACA JUGA: Indonesia Bakal Produksi Mobil Listrik Mulai Mei 2022, 80 Persen Hasilnya Diekspor
Taj Yasin mengatakan Jawa Tengah khususnya Kabupaten Magelang merupakan daerah yang saat ini sudah baik dalam penanganan Covid-19. "Dengan dilakukannya simulasi aplikasi PeduliLindungi menunjukkan bahwa kita belum baik-baik saja, kita masih perlu waspada, protokol kesehatan harus kita taati, tidak semena-mena, tidak nyepelekno (menyepelekan). Sehingga diharapkan dengan simulasi ini kita bisa menumbuhkan roda ekonomi kembali," katanya.
Edy Setijono mengatakan pengelola destinasi harus mengubah paradigma wisata di masa kenormalan baru ini. Aturan tentang penerapan protokol kesehatan harus dijalankan secara professional.
"Kita perlu menyamakan persepsi, bahwa yang kita lakukan hari ini adalah uji coba. Dimana tujuan utamanya bukan mendapatkan pengunjung sebanyak-banyaknya, namun memastikan protokol kesehatan ditaati dengan ketegasan dari pengelola. Kami berharap pandangan yang sama untuk menyelesaikan pandemi ini," katanya.
Ia menyebutkan ada batasan jumlah pengunjung di masa PPKM ini, yaitu 4.000 orang, ditambah petugas dan pedagang sebanyak 3.500 orang sehingga total sebanyak 7.500 orang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso mengatakan ditutupnya operasional Taman Wisata Candi Borobudur selama PPKM berdampak tidak hanya kepada pihak pengelola, namun juga kepada warga masyarakat dan stakeholder terkait lainnya, termasuk para pedagang di kawasan wisata tersebut.
"Untuk itu, kami menyambut dengan gembira atas diselenggarakannya acara simulasi ini. Kami melihat acara ini menjadi momentum penting sebagai awal mempersiapkan pelaksanaan kunjungan wisatawan Taman Wisata Candi Borobudur dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Wajah TNI Tersangka Teror Air Keras Akan Terungkap di Sidang
- Kejagung: Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Terima Suap Rp1,5 Miliar
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Kecelakaan Beruntun di Jalur Ngawi-Mantingan, Truk Tabrak Bus Mira
- BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Percepatan Layanan, Ini Daftarnya
Advertisement
Jadwal KRL Jogja-Solo 17 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
- Tragedi Kahramanmaras: Siswa Tembaki Kelas, Telan 9 Korban Jiwa
- Mi Lethek Jogja Punya Keunggulan untuk Kesehatan, Ini Kata BRIN
Advertisement
Advertisement








