Corona Varian Delta Serang China, Kenaikan Kasus Covid-19 Nyaris 2 Kali Lipat

Tim medis dari Rumah Sakit Changle, Fuzhou, Provinsi Fujian, China, menggelar tes usap yang ketiga kalinya kepada para penumpang pesawat dari Jakarta yang sedang menjalani karantina pencegahan Covid-19 sejak 23 Oktober 2020. - Antara
14 September 2021 19:17 WIB Akbar Evandio News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan serangan virus Corona varian Delta menyebabkan infeksi Covid-19 harian meningkat hampir dua kali lipat.

Dikutip melalui Bloomberg, China turut mencatat sebanyak 59 kasus Covid-19 lokal tercatat di Provinsi Fujian, pada Senin (13/9/2021).

Sebanyak 15 pasien Covid-19 tersebut di antaranya merupakan anak-anak. Tidak hanya itu, serangan varian tersebut juga menyebabkan jumlah penderita infeksi Covid-19 meningkat lebih dari dua kali lipat di provinsi tenggara China, Fujian, dalam dua hari terakhir di mana pada Minggu (12/9/2021) penularan harian Virus Corona di wilayah Fujian mencapai 22 kasus.

Alhasil, China turut melakukan beberapa kebijakan seperti menutup bioskop dan pusat kebugaran, serta beberapa jalan raya yang menjadi akses masuk dan keluar guna memerangi wabah baru Covid-19. 

Kemunculan klaster Covid-19 baru di Fujian bermula dari Putian, sebuah kota berpenduduk 3,2 juta jiwa. Kota Putian melaporkan kasus pertama Covid-19 pada 10 September lalu.

Kasus tersebut membuat pemerintah Kota Putian meminta penduduk untuk tidak meninggalkan kota untuk alasan yang tidak penting, dan mereka yang pergi harus menunjukkan bukti hasil tes negatif dalam waktu 48 jam sebelum keberangkatan.

Selain itu, varian Delta juga telah menyebar ke kota Xiamen, yang melaporkan 32 kasus penularan pada Senin (13/9/2021). Padahal, sehari sebelumnya, Kota Xianmen mendeteksi satu kasus Covid-19.

Seperti Putian, Xianmen juga telah menutup wilayah (lockdown) sebagian wilayah dengan klaster Covid-19 tinggi, menutup sekolah tatap muka, menutup tempat umum, pusat kebugaran, hingga bar.

Sumber : JIBI/Bisnis.com