Gunung Lawu Terbakar, Habitat Macan Tutul hingga Babi Hutan Terancam
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA--Vaksinasi Covid-19 berbayar akan diterapkan di Indonesia tahun depan.
Pemerintah tetap akan melaksanakan vaksinasi berbayar atau dikenal vaksin mandiri mulai tahun depan. Namun vaksinasi mandiri ini diperuntukkan khusus bagi warga yang dianggap mampu.
Diperkirakan vaksinasi ini akan diakses sekitar 27 juta warga yang dianggap mampu. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan vaksin berbayar bagian dari percepatan vaksinasi.
"70% akan mendapatkan vaksin gratis agar mencapai kekebalan komunal, lalu 27 juta orang akan vaksinasi mandiri," tulis laporan yang dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani , Jakarta, Rabu (25/8/2021).
BACA JUGA: Hati-Hati, 4 Minuman Ini Bisa Turunkan Kekebalan Tubuh
Sri Mulyani mengatakan, vaksinasi mandiri atau berbayar akan berlaku tahun depan sebagai upaya mempercepat program vaksinasi Covid-19. Pemerintah menargetkan mulai tahun depan sudah bisa memproduksi vaksin Covid-19 sendiri di samping tetap melakukan pengadaan dari luar negeri dengan biaya APBN.
“Upaya percepatan vaksinasi dilakukan melalui pelaksanaan program vaksinasi yang dibiayai APBN. Tahun depan juga ada skema vaksinasi mandiri pada kelompok masyarakat mampu,” katanya.
Pemerintah juga akan melanjutkan peningkatan kualitas anggaran kesehatan yang diarahkan untuk mendorong dan mendukung reformasi sistem kesehatan dalam bentuk transformasi layanan primer melalui penguatan Puskesmas, penguatan fungsi promotif dan preventif (termasuk pengendalian penyakit dan imunisasi).
Kemudian, transformasi layanan rujukan juga dilakukan melalui peningkatan ketersediaan tempat tidur dan akreditasi Rumah Sakit, serta peningkatan layanan kesehatan, terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan.
Transformasi ketahanan kesehatan dilakukan dalam bentuk peningkatan kemandirian farmasi dan alat kesehatan, serta penguatan ketahanan tanggap darurat.
Selain itu, dilakukan juga peningkatan kualitas dan redistribusi tenaga kesehatan, serta pengembangan teknologi informasi dalam layanan kesehatan, seperti telemedicine dan digitalisasi layanan kesehatan Pemanfaatan anggaran kesehatan tahun 2022 diarahkan untuk program vaksinasi, penguatan 3T (testing, tracing, and treatment), klaim biaya perawatan pasien Covid-19, penyediaan obat, dan insentif tenaga kesehatan.
Upaya akselerasi program vaksinasi juga akan menjadi fokus pemerintah untuk mewujudkan herd immunity. “Sampai bulan Juni 2021, target vaksinasi sebanyak 1 juta dosis per hari telah tercapai, dan ini diharapkan akan terus meningkat. Pemerintah telah meminta agar seluruh pelibatan pemerintah daerah, personil TNI/Polri, dan bidan yang dikoordinasikan oleh BKKBN untuk mengakselerasi target vaksinasi,” katanya.
Artikel ini telah tayang di yogya.inews.id dengan judul "Dimulai Tahun Depan, Vaksinasi Berbayar Khusus untuk Orang Kaya"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Kebakaran hutan lindung Gunung Lawu di Ngawi mengancam habitat macan tutul, elang hitam, menjangan hingga babi hutan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.