Diduga Mata-Mata Rusia, Pria Asal Inggris Ditangkap di Jerman

ilustrasi
12 Agustus 2021 08:27 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Polisi Jerman menangkap seorang pria Inggris yang bekerja di kedutaan Inggris di Berlin, Jerman karena dicurigai menjadi mata-mata untuk intelijen Rusia dengan imbalan uang tunai, menurut seorang jaksa.

Jaksa penuntut umum tertinggi Jerman mengatakan bahwa pria itu, yang diidentifikasi hanya sebagai David S, ditangkap di apartemennya di Potsdam pada pukul 14.20 pada Selasa waktu setempat. Rumah serta tempat kerja di kedutaan tersebut langsung digeledah.

BACA JUGA : Rusia Pasar Potensial Pariwisata DIY

Pria berusia 57 tahun yang tidak memiliki kekebalan diplomatik itu diduga telah bekerja untuk badan intelijen Rusia setidaknya sejak November 2020 seperti dikutip TheGuardian.com, Rabu (11/8/2021).

Dia dilaporkan selalu menyerahkan dokumen yang diperolehnya melalui pekerjaannya kepada seorang agen.

Dia diduga telah menerima pembayaran tunai dalam jumlah yang belum ditentukan sebagai imbalan atas informasi tersebut.

Jaksa penuntut umum Jerman mengatakan penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan bersama oleh otoritas Jerman dan Inggris. Polisi Metropolitan Inggris mengatakan penyelidikan terhadap David S melibatkan petugas kontra-terorisme kepolisian negara itu.

"Pria itu ditangkap di daerah Berlin karena dicurigai melakukan pelanggaran yang berkaitan dengan 'aktivitas agen intelijen' (berdasarkan hukum Jerman)," kata polisi metropolitan Inggris.

Keutamaan penyelidikan tetap pada otoritas Jerman dan petugas dari komando kontra-terorisme disebutkan terus bekerja sama dengan rekan-rekan Jerman saat penyelidikan berlanjut.

BACA JUGA : Ngeri! 800 Kg Gas Klorin di Rusia Bocor 

Komando kontra terorisme tersebut bertanggung jawab untuk menyelidiki dugaan pelanggaran Undang-Undang Rahasia Resmi.

"Seseorang yang dikontrak untuk bekerja untuk pemerintah ditangkap kemarin oleh otoritas Jerman. Tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut karena ada penyelidikan polisi yang sedang berlangsung," kata Juru bicara Kantor Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Tersangka dilaporkan akan dibawa ke hadapan hakim investigasi pada sore ini waktu setempat.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia