1.000 Orang Terdeteksi di Pabrik Ayam Phetchabun

Ilustrasi. - Freepik
24 Juli 2021 23:27 WIB Mediani Dyah Natalia News Share :

Harianjogja.com, JOJGJA—Sebanyak 1.000 orang terinfeksi virus Corona di sebuah pabrik pengolahan ayam di Bung Sam Phan, Phetchabun, Thailand, Sabtu (24/7/2021). Mayoritas dari mereka adalah pekerja imigran Myanmar. 

Dikutip dari Bangkok Post, buntut dari klaster ini, tes swab massal digelar di pabrik pengolahan ayam di bawah Sahafarms Group di Bung Sam Phan. Pabrik ini diketahui memiliki lebih dari 7.000 pekerja. 

Temuan ini berawal saat pemerintah daerah setempat mendapat peringatan dari rumah sakit Bung Sam Phan mengenai dua pekerja imigran yang positif Covid-19. Seorang investigator kemudian menemukan jika pekerja imigran tersebut sebelumnya bekerja di sebuah konstruksi di Bangkok, Thailand. Keduanya pun meninggalkan daerah tersebut setelah pemerintah setempat menutup hunian mereka. 

Satgas daerah setempat pun meminta pabrik tutup selama empat hari dari 23 Juli-26 Juli. 

Gubernur Phetchabun, Krit Khongmuang pada Sabtu juga menyatakan ada banyak pekerja pabrik yang terpapar Covid-19. Pada Jumat, tenaga kesehatan segera dikerahkan untuk tracing 3.000 karyawan, hasilnya lebih dari 1.000 orang positif Covid-19. 

Sekitar 64% dari total karyawan telah menerima vaksin. Bahkan diketahui 3.000 orang di antaranya sudah menerima vaksin secara penuh, sedangkan 1.500 orang baru mendapat vaksin pertama. 

Sebuah media di Thailand menyebut para pekerja ini mendapat vaksin Sinopharm, merek yang dibeli perusahaan. Adapun pasien yang positif memperlihatkan gejala serius.

 Gubernur pun meminta penduduk desa yang ada di sekitar pabrik untuk tidak meninggalkan rumah dari 23 Juli-6 Agustus. Tenaga kesehatan setempat pun bekerja sama dengan tenaga kesehatan dari daerah lain untuk memeriksa karyawan pabrik yang tersisa.  

Kantor polisi Bung Sam Phan melaporkan pabrik ini memiliki 7.200 pekerja 2.580 orang adalah penduduk Thailand dan 2.155 pekerja migran. Dari jumlah tersebut, 314 orang atau 26,4% orang diketahui positif. Sementara dari pekerja migran, 1.311 atau 60,8% orang positif. Perusahaan pun meminta karyawan positif untuk istirahat di tempat yang disediakan di dalam pabrik.

Sumber : Bangkok Post