Harga Cabai dan Telur Naik, Mendag Ungkap Faktor Pemicu
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
Petugas medis di RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, tengah melayani pemeriksaan tes swab PCR./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif
Harianjogja.com, JAKARTA – Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi mengakui bahwa tingkat testing dan tracing Covid-19 di Indonesia masih rendah. Selama PPKM Darurat, di beberapa daerah bahkan mengalami penurunan.
Menurut Nadia, secara nasional, jumlah testing nasional meningkat. Namun khusus capaian terhadap target testing dan tracing di daerah PPKM level 4, masih rendah, terutama 3 hari terakhir mengalami penurunan.
BACA JUGA : Target PPKM Darurat Gagal Tercapai, Ini Sebabnya
Begitu juga angka positivity rate terlihat masih di atas 5 persen dan di beberapa propinsi angka positif ini terlihat peningkatan.“Hal ini menunjukkan adanya penularan luas di masyarakat dan perlunya penambahan testing untuk segera mengidentifikasi kasus yang sakit dengan populasi yang sehat sehingga bisa memutuskan penularan Covid-19,” kata Nadia, mengutip keterangan resmi KPCPEN, Rabu (21/7/2021).
Nadia menyebut, capaian testing tiga hari terakhir hanya 5 kabupaten/kota yang mencapai target di atas 90 persen, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, dan Kabupaten Sumenep.
“Untuk kabupaten/kota PPKM level 4, testing perlu ditingkatkan terutama saat akhir pekan dan hari libur,” ujar Nadia.
Sementara, lanjutnya, untuk memaksimalkan penemuan kasus serta menurunkan positivity rate, testing terhadap suspek dan kontak erat perlu terus ditingkatkan. Adapun, untuk dapat segera menurunkan laju penularan selain mengurangi mobilitas perlu diidentifikasi kontak erat dengan cepat.
BACA JUGA : Waduh, Sehari 901 Orang Warga Sleman Positif Covid-19
Melihat situasi sampai hari ini seluruh provinsi dan kabupaten/kotaharus meningkatkan upaya pemeriksaan kontak erat karena rasio kontak erat dengan jumlah penduduk masih rendah yaitu 9 kontak erat per minggu.
“Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah meningkatkan kapasitas tracing dengan melibatkan kader, mahasiswa, bidan desa, atau babinsa dan babinkamtibmas, yang mana kementerian kesehatan telah mendukung operasionalnya melalui BOK [Bantuan Biaya Operasional Kesehatan] Puskesmas,” ujarnya.
Nadia juga menambahkan, saat ini Kabupaten Demak dan Kabupaten Deli Serdang menunjukkan hasil tracing yang masuk kategori sedang atau cukup baik yaitu 7.86 rasio kontak erat (Kabupaten Demak) dan 6.10 (Kabupaten Deli Serdang). Selain itu, semua kabupaten/kota masih terbatas.
“Marilah kita bersama saling berkolaborasi dan membantu menangani situasi yang sedang sulit ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mendag Budi Santoso menyebut cuaca dan penurunan produksi memengaruhi harga cabai. Harga rata-rata cabai rawit nasional mencapai Rp70.000 per kg.
Marc Marquez memilih tiba di Qatar pada Kamis malam menjelang MotoGP 2026. Konflik Timur Tengah dan mundurnya Yamaha menjadi sorotan.
DPMPTSP setempat mencatat terdapat 43 izin usaha homestay yang dikeluarkan sepanjang 2025-2026. Total nilai investasi yang tercatat mencapai sekitar Rp7,32 mil
Serangan siber menyasar sistem pendingin supermarket di tujuh negara Eropa. Suhu kulkas naik dan stok makanan terancam rusak.
DPMPTSP Gunungkidul mencatat 62 izin homestay dan 83 izin vila sejak 2021. Pariwisata menjadi salah satu pendorong investasi penginapan.
Kimi Antonelli memilih tetap memakai nomor 12 meski menjadi juara dunia F1 2026. Nomor tersebut punya makna khusus dan berkaitan dengan idolanya.