Advertisement
Dua Dosis Vaksin Pfizer dan Astrazeneca Efektif Lawan Covid Varian Delta
Seorang petugas medis memegang vaksin Covid-19 buatan Pfizer-BioNTech di Rumah Sakit Careggi, Florence, italia, Minggu (27/12/2020). - Antara/Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebuah penelitian di Inggris menunjukkan vaksin Pfizer atau AstraZeneca dapat bekerja dengan baik melawan infeksi covid-19 varin Delta. Kinerja baik tersebut menunjukkan jika vaksin telah diberikan sebanyak dua dosis.
Pada satu suntikan, vaksin hanya efektif 30 hingga 36% terhadap infeksi Delta yang bergejala. Tetapi dengan dua suntikan, vaksin Pfizer atau AstraZeneca masing-masing efektif 88% dan 67%.
Advertisement
Dilansir dari insider, Kamis (22/7/2021) penelitian tersebut dilakukan terhadap lebih dari 19.000 remaja dan orang dewasa di seluruh Inggris.
BACA JUGA : Covid-19 Varian Delta Sudah Masuk Jogja, Bagaimana Menggunakan Masker yang Tepat?
Dari penelitian tersebut menunjukkan jika setiap orang benar-benar membutuhkan kedua dosis vaksin untuk mendapatkan perlindungan yang baik dari virus varian Delta.
Temuan dari Kesehatan Masyarakat Inggris menunjukkan bahwa perlindungan vaksin tersebut terhadap Delta sangat kuat ketika orang mendapatkan kedua suntikan.
Tetapi penelitian, yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada hari Rabu (21/7/2021) menunjukkan bahwa hanya satu dosis vaksin covid-19 Pfizer atau AstraZeneca yang melindungi orang dari infeksi simtomatik hanya sekitar sepertiga dari waktu.
“Sudah jelas betapa pentingnya dosis kedua untuk mengamankan perlindungan sekuat mungkin terhadap Covid-19 dan variannya,” Matt Hancock, sekretaris negara untuk perawatan kesehatan dan sosial Inggris.
BACA JUGA : Cegah Meluasnya Varian Delta, Bantul Perketat Penyekatan
Dia mengatakan hal itu ketika pracetak penelitian yang belum ditinjau dirilis pada bulan Mei lalu.
Studi ini dimungkinkan karena Inggris memiliki daftar vaksinasi nasional dan proporsi kasus positif Covid-19 yang diurutkan di Inggris jauh lebih tinggi daripada di AS yaitu sekitar 60% per Mei.
Dalam perbandingan status vaksinasi pasien, hasil tes COVID-19, dan urutan varian untuk menentukan apakah infeksi mereka disebabkan oleh varian Alpha (B.1.1.7) atau Delta, para peneliti dapat menentukan seberapa baik varian Delta menghindari perlindungan vaksin.
Dengan hanya satu suntikan, vaksin Pfizer hanya 36% efektif terhadap kasus Delta yang bergejala, sementara vaksin AstraZeneca 30% efektif.
Penelitian lain menunjukkan bahwa varian Delta lebih menular kerena kemungkinan sebagian orang yang terinfeksi cenderung melepaskan lebih banyak virus saat mereka sakit.
Para peneliti tidak memperkirakan efektivitas vaksin untuk penyakit parah dan kematian dalam penelitian ini. Tetapi pada penelitian lain dan data rumah sakit menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 masih sangat bagus untuk membuat orang tetap hidup dan keluar dari ranjang rumah sakit.
Orang yang divaksinasi mulai melaporkan sakit lebih sering sekarang karena Delta ada, tetapi infeksi mereka umumnya lebih ringan, dengan gejala umum termasuk sakit kepala, pilek, kemacetan, dan sakit tenggorokan.
Jadi, mendapatkan dua suntikan vaksin memberi tubuh kesempatan untuk mengembangkan respons kekebalan yang lebih kuat terhadap Covid-19, dan tentunya meningkatkan serangannya terhadap virus.
BACA JUGA : Menteri Luhut: Akui Delta Covid Bikin Angka Kematian Naik
“Itulah alasan mengapa dosis kedua jauh lebih reaktif,” kata profesor Akiko Iwasak, yang mempelajari virus di Yale.
Ia menjelaskan jika itu adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubu bekerja karena mengembangkan respons yang jauh lebih buruk untuk kedua kalinya.
"Hal itu berdasarkan antibodi dan sel T yang mendeteksi antigen virus dan menyerang sel Anda sendiri," tambahnya.
"Bahkan penggunaan masker sederhana yang dikombinasikan dengan vaksinasi benar-benar dapat mengerem bahkan varian Delta," kata Christopher Murray, direktur Institute for Health Metrics and Evaluation.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Sleman Justru Menurun
- Layanan Satpas SIM DIY Kembali Beroperasi Pascalibur Lebaran 2026
- Wisata Gunungkidul Diprediksi Ramai hingga Akhir Pekan
- Samsat DIY Buka Kembali Seusai Libur Lebaran, Bebas Denda Pajak Motor
- Jadwal KA Bandara YIA Hari Ini Kamis 26 Maret 2026 Terbaru
- Bantul Pasang 25 LPJU Danais di Parangtritis dan Imogiri
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini: Waspada Hujan Sedang Kota Jogja-Sleman
Advertisement
Advertisement








