Harga Emas Perhiasan Hari Ini 25 Juni 2026 Turun, Cek Daftarnya
Harga emas perhiasan hari ini 25 Juni 2026 turun. Emas 24 karat dijual mulai Rp2,284 juta per gram, cek daftar harga lengkap semua kadar.
Virus corona varian delta plus/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA -Wabah virus Corona disinyalir pernha terjadi ribuan tahun yang lalu. Sebuah studi internasional menemukan epidemi virus corona pecah di kawasan Asia Timur lebih dari 20.000 tahun yang lalu.
Hal itu, terungkap dengan adanya jejak wabah terlihat pada susunan genetik orang-orang dari daerah itu.
Profesor Kirill Alexandrov dari CSIRO-QUT Synthetic Biology Alliance dan QUT\'s Center for Genomics and Personalized Health, adalah bagian dari tim peneliti dari University of Arizona, University of California San Francisco, dan University of Adelaide yang telah mempublikasikan temuan mereka di jurnal Current Biology.
Dalam 20 tahun terakhir, telah terjadi tiga wabah virus corona epidemi parah: SARS-CoV yang mengarah ke Sindrom Pernafasan Akut Parah, yang berasal dari China pada 2002 dan menewaskan lebih dari 800 orang; MERS-CoV yang menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome, yang menewaskan lebih dari 850 orang, dan SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19, yang telah menewaskan 3,8 juta orang.
Tetapi studi tentang evolusi genom manusia ini telah mengungkapkan epidemi virus corona besar lainnya yang pecah ribuan tahun sebelumnya.
"Genom manusia modern berisi informasi evolusioner yang menelusuri kembali puluhan ribu tahun, seperti mempelajari cincin pohon memberi kita wawasan tentang kondisi yang dialaminya saat tumbuh," kata Profesor Alexandrov dilansir dari Phsy.org.
Dalam studi tersebut, para peneliti menggunakan data dari Proyek 1.000 Genom, yang merupakan katalog publik terbesar dari variasi genetik manusia yang umum, dan melihat perubahan dalam gen manusia yang mengkode protein yang berinteraksi dengan SARS-CoV-2.
Mereka kemudian mensintesis protein manusia dan SARS-CoV-2, tanpa menggunakan sel hidup, dan menunjukkan bahwa ini berinteraksi secara langsung dan secara khusus menunjukkan sifat alami dari mekanisme yang digunakan virus corona untuk invasi sel.
"Ilmuwan komputasi dalam tim menerapkan analisis evolusioner pada kumpulan data genom manusia untuk menemukan bukti bahwa nenek moyang orang Asia Timur mengalami epidemi penyakit akibat virus corona yang mirip dengan COVID-19," kata Profesor Alexandrov.
BACA JUGA: Awan Panas Meluncur hingga 3 Km, Lereng Merapi Diguyur Hujan Abu
Orang Asia Timur berasal dari daerah yang kini menjadi China, Jepang, Mongolia, Korea Utara, Korea Selatan, dan Taiwan.
"Dalam perjalanan epidemi, seleksi disukai varian gen manusia terkait patogenesis dengan perubahan adaptif mungkin mengarah ke penyakit yang kurang parah," kata Profesor Alexandrov.
"Dengan mengembangkan wawasan yang lebih luas tentang musuh virus purba, kami memperoleh pemahaman tentang bagaimana genom dari populasi manusia yang berbeda beradaptasi dengan virus yang baru-baru ini diakui sebagai pendorong signifikan evolusi manusia.
Menurutnya, cabang penting lain dari penelitian ini adalah kemampuan untuk mengidentifikasi virus yang telah menyebabkan epidemi di masa lalu dan mungkin melakukannya di masa depan.
Pada prinsipnya, tambahnya, itu memungkinkan mereka untuk menyusun daftar virus yang berpotensi berbahaya dan kemudian mengembangkan diagnostik, vaksin, dan obat-obatan jika mereka kembali.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga emas perhiasan hari ini 25 Juni 2026 turun. Emas 24 karat dijual mulai Rp2,284 juta per gram, cek daftar harga lengkap semua kadar.
Mini Cooper listrik generasi baru berpotensi meninggalkan penggerak roda depan setelah hampir 70 tahun dan beralih ke roda belakang.
TKA SMA 2026 akan digelar 26 Oktober-8 November. Pelajari kisi-kisi 3 mapel wajib: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Lengkap dengan kompetensi d
Bareskrim mengungkap kasus Business E-mail Compromise yang merugikan perusahaan AS hingga 350.325 dolar AS. Dua tersangka ditetapkan.
Cara membuat kategori khusus status WhatsApp untuk memilih audiens seperti keluarga, sahabat, atau rekan kerja tanpa memilih kontak satu per satu.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab dan KONI mengebut pembinaan atlet serta menyiapkan venue untuk Porda DIY 2027.