Berorientasi Produksi, Daya Saing Jadi Tantangan Utama
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Preneur Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman saat ini masih berorientasi pada produksi.
Logo PLN. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Sebagai upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di masa Pandemi, PT PLN (Persero) UP3 Klaten kembali membuktikan dukungan secara nyata dalam pemenuhan kebutuhan listrik para pelaku usaha di sektor industri. Rabu, 2 Juni 2021, PLN UP3 Klaten berhasil melakukan tambah daya PT Globalindo Intimates dari daya 105 kVA menjadi 865 kVA.
Perusahaan garmen yang berada di wilayah kerja PLN ULP Pedan ini melakukan tambah daya untuk kebutuhan ekspansi pabrik sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi. Manager General Affair Globalindo Intimates, Nurdin, berterima kasih atas pelayanan PLN yang baik dengan respon yang cepat dalam palayanannya. “Kami melakukan ekspansi ke pabrik yang baru dengan daya 865 KVA untuk meningkatkan kapasitas produksi, terima kasih PLN atas pelayanan yang baik, responnya cepat.”
BACA JUGA: Kelompok Usia Ini Paling Rentan Alami Sakit Covid-19 Berkepanjangan
Manager PLN UP3 Klaten, Elpis J Sinambela mengatakan bahwa PLN selalu berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan listrik pelaku usaha, dalam hal ini di sektor industri. “Kami selalu komitmen memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keandalan asupan listrik sebagai dukungan nyata dalam pemenuhan kebutuhan listrik, khususnya bagi para pelaku usaha di wilayah Klaten.” Jelas Elpis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Preneur Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman saat ini masih berorientasi pada produksi.
Kejagung memastikan FA dan DR tetap berstatus tersangka meski penanganan tiga perkara dugaan korupsi dialihkan dari Polri ke Kejagung.
Kasus anak di Pleret mendapat perhatian DPRD Bantul. Proses hukum, pendampingan psikologis, dan perlindungan korban diminta berjalan optimal.
Progres pembangunan Gedung DPRD DIY mencapai 81,7 persen. Sultan HB X meminta desain lebih aman, ergonomis, dan ramah bagi masyarakat.
Pemkab Bantul mengusulkan enam ruas jalan diperbaiki melalui Inpres Jalan Daerah untuk mempercepat revitalisasi di tengah keterbatasan anggaran.
Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dan melemah ke Rp18.060-Rp18.110 per dolar AS dipicu sentimen geopolitik dan fiskal domestik.