Advertisement

Sadiq Khan, Wali Kota Muslim Pertama di London, Kembali Dipilih Rakyat

Nindya Aldila
Minggu, 09 Mei 2021 - 22:37 WIB
Bhekti Suryani
Sadiq Khan, Wali Kota Muslim Pertama di London, Kembali Dipilih Rakyat Wali Kota London Sadiq Khan - Bloomberg

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Sadiq Khan resmi kembali terpilih menjadi Wali Kota London kendati dukungan atas rivalnya melonjak secara tak terduga.

Dilansir Bloomberg, sebagai kandidat petahana Partai Buruh, Khan adalah calon favorit meski rivalnya, Shaun Bailey meraih suara di posisi kedua dengan selisih tipis pada akhir masa pemilu.

Pada putaran akhir hari Sabtu, Khan tetap unggul, tetapi hanya berbeda 2 poin dengan rivalnya. Namun, pada akhirnya, Khan memenangkan pemilihan dengan 55,2 persen suaran, sementara Bailey 44,8 persen.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Saya bangga telah memenangkan mandat yang luar biasa hari ini," kata Khan setelah hasilnya diumumkan.

Menurutnya, London 'sangat terpecah' dengan bekas luka Brexit 'yang belum sembuh' dan ketidaksetaraan ekonomi yang semakin parah.

BACA JUGA: Ini yang Terjadi Jika Kamu Tidak Update Kebijakan Baru WhatsApp

Khan pertama kali menjabat sebagai Wali Kota London setelah menang pada 2016. Dia menjadi wali kota muslim pertama di London. Boris Johnson, pendahulunya, lebih memilih fokus pada karir politiknya hingga bisa membawanya menjadi Perdana Menteri.

Sebagai wali kota, Khan memiliki kekuasaan atas kebijakan transportasi termasuk tarif bus London dan sistem kereta bawah tanah, pajak daerah, dan kepolisian. Dia akan menetapkan target untuk proyek perumahan dan gedung dan bertindak sebagai hub perusahaan.

Menjelang pemungutan suara, Khan berjanji untuk menjadi wali kota paling pro-bisnis yang pernah ada di kota itu. Itu adalah jenis pesan untuk menarik pemilih tradisional.

Advertisement

Khan (50) merupakan satu dari delapan bersaudara yang lahir dari imigran Pakistan dan tinggal di lingkungan tertinggal di selatan London.

Sejak menjadi wali kota, dia cukup vokal mengkritik pemerintahan Johnson, terutama terkait Brexit. Dia juga berulang kali berselisih tentang cara membayar layanan kereta bawah tanah yang telah mengalami kesulitan finansial.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Pesan Ketum PP Muhammadiyah untuk Mahasiswa Unisa: Raih Masa Depan dengan Ketakwaan

Sleman
| Senin, 26 September 2022, 15:42 WIB

Advertisement

alt

Ada Paket Wisata ke Segitiga Bermuda, Uang 100% Kembali Jika Wisatawan Hilang

Wisata
| Minggu, 25 September 2022, 11:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement