Konser Amal Hadiahkanlah Nirwana-Mu Dipersembahkan untuk Nakes

Kepala BPKH Anggito Abimanyu saat mengikuti konser secara luring. - Ist.
02 Mei 2021 08:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengelar konser amal bertajuk Hadiahkanlah Nirwana-Mu disiarkan serentak melalui channel YouTube BPKH RI, Minggu (2/5/2021). Konser yang sebelumnya digelar di tiga kota yaitu Jogja, Bandung dan Jakarta ini secara khusus dipersembahkan untuk para tenaga Kesehatan (Nakes).

Konser ini menyajikan kolaborasi menarik dari musisi Dwiki Darmawan bersama Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu, Dekan FK-KMK UGM Prof dr Ova Emilia dan Guru Besar FK-KMK Prof dr Adi Utarini. Pelaksanaan secara luring telah dilakukan di Auditorium FK-KMK UGM, pada Rabu (31/3/2021) lalu.

BACA JUGA : BPKH Terus Kembangkan Investasi Syariah 

“Dokter dan nakes selama ini telah berada di barisan paling depan melawan Covid-19, tak sedikit di antara mereka yang gugur, konser ini kami persembahkan untuk dokter dan nakes, sebagai bagian dari doa kami,” kata Anggito Abimanyu dalam rilisnya.

Anggito menambahkan konser tersebut merupakan salah satu bentuk kemaslahatan BPKH serta tri dharma bidang pengabdian masyarakat FK-KMK UGM. Selain itu memberikan semangat kepada nakes untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien di tengah pandemi Covid-19.

“Dengan berbagai upaya maksimal yang dilakukan pemerintah, kita tentu berharap pandemi segera berakhir, karena sudah setahun melanda negeri kita,” katanya.

Rektor UGM, Profesor Panut Mulyono mengapresiasi konser amal tersebut. Kegiatan itu bisa penyemangat bagi para dokter dan nakes. Sekaligus sebagai bukti bahwa seluruh komponen di bangsa ini mendukung perjuangan nakes dalam menangani pandemi.

BACA JUGA : BPKH dan Komisi VIII DPR RI Menyalurkan Bantuan

“Karena kita semua berharap pandemi segera berakhir, sehingga normal Kembali, kampus terisi, mahasiswa bisa kuliah dan ekonomi terus bangkit,” katanya.

Anggito menambahkan untuk membantu penanganan Covid-19, BPKH menggunakan dana abadi umat atau CSR untuk memberikan bantuan. Antara lain membantu alat Apheresis kepada Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Selain itu bekerja sama dengan UGM untuk pengadaan GeNose yang akan disumbangkan untuk ditempatkan di masjid-masjid tanah air.

"Tahun lalu kami sudah membantu sekitar 20 rumah sakit, tahun ini yang paling banyak untuk kesehatan," jelasnya.

Dirut RSA UGM Arief Budiyanto menyatakan selama ini belum memiliki alat Apheresis yang harganya sekitar Rp900 juta. Bantuan alat ini diharapkan lebih meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya bagi panderita Covid-19. Mengingat keterisian RSA UGM untuk pasien Covid-19 cukup tinggi, sehingga alat tersebut diharapkan bisa membantu pelayanan.

BACA JUGA : BPKH Rilis Ikhsan untuk Permudah Urusan Haji

“Alat ini bukan hanya bagi layanan penderita Covid-19 saja, namun bisa juga untuk layanan kanker,” ujarnya.