PPP Teken Nota Kesepahaman dengan PKS, Isinya 7 Poin

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa dalam acara silaturahmi kebangsaan di di Gedung MD Building DPP PKS, Rabu (14/4 - 2021) / Dok. PKS
15 April 2021 10:17 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar silaturahmi kebangsaan di Gedung MD Building DPP PKS, Rabu (14/4/2021). Dalam kegiatan tersebut kedua partai menandatangani nota kesepahaman.

Silaturahmi kebangsaan itu dihadiri oleh Presiden PKS Ahmad Syaikhu dan Ketum PPP Suharso Monoarfa. Keduanya didampingi oleh jajaran masing-masing partai.

Sekretaris Jenderal DPP PKS Habib Aboe Bakar Alhabsyi menyampaikan ada 7 poin kesepahaman yang dihasilkan dalam diskusi silaturahim kebangsaan antara PKS dan PPP.

Baca juga: Pesan Jokowi untuk Para Pemimpin Daerah Hasil Pilkada 2020

"Sebagai partai Islam tertua di Indonesia, kiprah dan kontribusi PPP sudah sangat panjang bagi umat dang bangsa. Begitu pun dengan PKS sebagai partai Islam yang lahir dari rahim reformasi. Dalam Silaturahim ini telah disepakati 7 poin kesepahaman antara PKS dan PPP," kata Aboe seperti dikutip dari laman resmi PKS, Rabu (14/4/2021).

Aboe menyebutkan sebagai partai yang turut serta dalam membangun bangsa, PKS dan PPP berkomitmen dalam menjaga keutuhan NKRI dari ancaman yang mempengaruhi pertahanan dan keamanan negara.

"Pertama berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila dari ancaman komunisme, terorisme, radikalisme, separatisme, sekularisme dan berbagai ancaman lainnya," ujarnya.

Baca juga: Mendagri: Kepala Daerah Jangan Sampai Dibully Hanya karena Tak Tertib Prokes!

Dia menuturkan, poin kedua adalah PPP dan PKS akan berjuang bersama dalam menjaga demokrasi dalam bentuk kerja sama politik di ranah konstestasi politik maupun kebijakan publik.

Poin ketiga, sebagai partai Islam, keduanya juga berkomitmen untuk mengajak umat Islam di Indonesia serta hadir dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

"Kami juga berkomitmen untuk mengajak umat Islam Indonesia dalam menampilkan, menghadirkan, dan mengamalkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dalam seluruh aktivitas kehidupan bermasyarakat," ucap Habib Aboe.

Aboe menyebutkan poin keempat adalah kedua partai berkomitmen dalam membangun dan memajukan ekonomi umat, ekonomi syariah seta UMKM.

"Dalam ekonomi ini Indonesia memiliki potensi besar menjadi pusat perekonomian dsyariah dan pengembangan industri halal dunia," tuturnya.

Kemudian, poin kelima adalah kedua partai berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai krisis yang ditimbulkan dari Covid-19 khususnya yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Poin keenam, mencermati dengan saksama dampak perubahan iklim global, PKS dan PPP akan berkolaborasi dalam menanggapi isu lingkungan.

"Hal ini dilakukan dengan memberikan pemahaman dan mengajak segenap masyarakat agar turut aktif mencegah kerusakan kerusakan lingkungan, berhemat energi, berhemat air, menihilkan penggunaan plastik serta mengelola sampah dan limbah untuk kemanfaatan dan keberlangsungan kehidupan," jelasnya.

Terakhir, dalam rangka bulan suci Ramadan 1442 H kedua partai ini mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikannya sebagai bulan muhasabah dan peduli pada sesama.

"Di bulan Ramadan ini, kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk saling peduli dan berbagi terhadap sesama atas musibah yang melanda bangsa Indonesia, dari mulai banjir, gempa bumi, juga kepedulian kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19," paparnya.

Sumber : Bisnis.com