Advertisement
Hanya 16 Hari, Negara Ini Sukses Vaksinasi 93 Persen Penduduk
Petugas kesehatan memvaksinasi seorang biksu Buddha yang duduk di depan potret Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck di sekolah menengah di Bhutan pada 27 Maret, hari pertama kampanye vaksinasi negara itu. /npr.org/Upasana Dahal - AFPvia Getty Images
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Bhutan bergerak cepat memvaksinasi hampir seluruh penduduk dewasanya. Hanya dalam 16 hari, negeri di timur Himalaya yang berbatasan dengan China dan India itu telah memvaksinasi 93 persen penduduk dewasa.
Dilansir melalui NPR, pejabat mengatakan 472.139 orang berusia 18 dan 104 tahun telah divaksinasi dan mereka mendesak orang lain yang memenuhi syarat untuk segera menyusul agar divaksin.
Advertisement
Negara ini memulai vaksinasi pada 27 Maret 2021, dan seperti yang dicatat oleh AP, populasinya yang kecil membantu Bhutan bergerak cepat, tetapi keberhasilannya juga disebabkan oleh sukarelawan berdedikasi, yang dikenal sebagai 'desuups'.
Bhutan menerima 150.000 dosis pertama vaksin AstraZeneca dari India tetapi pemerintah setempat memutuskan menunggu hingga akhir Maret untuk distribusi vaksin, mengacu pada tanggal keberuntungan tertentu dalam astrologi Buddha.
Vaksin didistribusikan ke lebih dari 1.200 lokasi di seluruh negeri menggunakan cold-chain storage yang menurut AP, digunakan selama gerakan vaksinasi sebelumnya.
Hampir 3.300 petugas kesehatan dan 4.400 desuups dikerahkan di seluruh negeri untuk membantu peluncuran tersebut, kata Kementerian Kesehatan Bhutan.
Sejauh ini, sekitar 62 persen dari 800.000 penduduk negara itu secara keseluruhan telah divaksinasi.
Surat kabar milik negara, Kuensel, menyatakan dalam sebuah tajuk rencana bahwa upaya negara untuk memerangi pandemi virus corona dilakukan secara tepat sejak awal berkat kepemimpinan, pekerja garis depan, dan apa yang digambarkan oleh surat kabar itu sebagai publik yang kooperatif.
Meskipun terlalu dini hingga semua orang mendapatkan dosis kedua, ukuran negarajuga berkontribusi pada keberhasilan peluncuran vaksin dan ini berimplikasi untuk mengatasi masalah lain yang terkait dengan ekonomi, pengangguran, dan teknologi.
Hingga Senin (12/4/2021), negara itu telah mencatat 921 kasus dan satu kematian akibat Covid-19 sejak dimulainya pandemi.
Pejabat kesehatan mengatakan tidak akan ada perubahan pada batasan kesehatan masyarakat sampai setidaknya dua pekan setelah negara itu menyelesaikan peluncuran vaksinasi dosis kedua, dalam dua sampai tiga bulan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- 6.308 WNI Terjerat Scam di Kamboja, Ribuan Dipulangkan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
Advertisement
Izin Tambang di DIY Dipersempit untuk Tekan Risiko Eksploitasi
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Ini Jam Lengkap Prameks Kutoarjo-Jogja Jumat 27 Maret 2026
- Ratusan Ribu Pemudik Belum Pulang GT Purwomartani Siap-siap Ramai Lagi
- DPRD dan Pemkab Magelang Teguhkan Sinergi dalam Halalbihalal 1447 H
- Warga Jogja Bisa Pilih Lokasi Urus SIM Ini Jadwal Lengkapnya
- Sampah Plastik Masih Nyasar ke Biopori Jumbo Gowongan Jogja
- Banpol Parpol di Sleman Melonjak 145 Persen, Ini Waktu Cairnya
- Warga Sleman Masih Bisa Urus SIM di Pagi Hari Ini Jadwal Lengkapnya
Advertisement
Advertisement







