Menko Airlangga Klaim PPKM Mikro Berdampak Positif

Warga berjalan melewati Jalan Pintu Besar Utara yang ditutup karena kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Tua, Jakarta, Kamis (21/1/2021). - Antara\\r\\n
27 Maret 2021 07:17 WIB Yustinus Andri DP News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan seluruh indikator pengendalian Covid-19 sudah menunjukkan perkembangan positif dalam sebulan terakhir.

Kondisi itu utamanya terjadi sejak dijalankannya Program Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan Program Vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan pelayanan publik.

Berdasarkan data yang dimilikinya, Airlangga memaparkan per 25 Maret 2021 jumlah akumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.482.559 orang, positivity rate harian nasional 11,49 persen, kasus aktif nasional 8,45 persen (kasus aktif dunia dunia 17,06 persen), case fatality rate (CFR) nasional 2,70 persen (CFR dunia 2,20 persen), serta recovery rate (RR) nasional 88,85 persen (RR dunia 80,74 persen).

BACA JUGA : Siap-Siap! PPKM Mikro Bakal Diperluas setelah 5 April

“Penurunan kurva kasus aktif nasional, baik secara jumlah maupun persentasenya, dan peningkatan tingkat kesembuhan, merupakan pengaruh positif dari pelaksanaan PPKM Mikro dalam 10 pekan,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (27/3/2021).

Menurutnya, dalam perpanjangan PPKM Mikro periode 23 Maret-5 April 2021 telah ditambah provinsi yang harus menerapkannya, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

“Ke depannya (PPKM Mikro) tentu akan terus kita tingkatkan dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa kriterianya akan diperketat lagi. Selain itu, PPKM Mikro akan terus ditambahkan kewilayahannya, maka setelah 5 April akan ditambahkan lima provinsi lagi berdasarkan data-data yang ada,” katanya.

Selanjutnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa Program Vaksinasi akan menembus 10 juta orang penerima vaksin, sehingga kecepatan harian dari tenaga vaksinasi di Indonesia sudah mendekati 500 ribu penyuntikan per hari. Diharapkan pada akhir Maret sampai April, yang nanti akan tersedia vaksin sekitar 15 juta dosis per bulannya, kecepatan penyuntikannya akan bisa disesuaikan.

Melalui proyeksi dari hasil regresi data 3 minggu terakhir, diprediksi sampai akhir Juni 2021 akan tercapai sebanyak 77.193.705 suntikan. Sementara, total suplai vaksin sampai Juni 2021 diproyeksi sebesar 92.734.971 dosis.

BACA JUGA : Kota Magelang Perpanjang Lagi PPKM Mikro

Untuk Vaksin Gotong Royong (Sinopharm) diharapkan akan dapat dimulai digunakan untuk Program Vaksinasi pada April 2021, dan akan segera diundangkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Petunjuk Teknis Vaksinasi.

“Arahan Presiden, ini harus kita cari titik keseimbangannya, supaya kita tidak kehilangan momentum dari hasil yang sudah bagus atau penurunan (kasus aktif) karena Program PPKM Mikro dan Vaksinasi. Jadi diharapkan (kasus aktif) kita terus turun dan tidak mengalami lonjakan kembali seperti yang terjadi di Eropa,” ujarnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia