Arab Saudi Belum Tentukan Sikap Terkait Haji 2021

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas / Dok. Setpres RI
15 Maret 2021 14:47 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan pihaknya terus melakukan upaya diplomasi dengan pemerintah Arab Saudi ihwal penyelenggaraan ibadah Haji 1442H atau tahun 2021 meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

Menag mengatakan hingga saat ini pemerintah Arab Saudi belum bisa memastikan apakah Rukun Islam kelima bisa diselenggarakan pada tahun ini.

“Kami terus melakukan berbagai upaya diplomasi dengan berbagai otoritas terkait di Arab Saudi antara lain dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Menteri Urusan Haji dan Umroh, dan yang lainnya baik melalui tatap muka langsung atau video conference, telepon, dan surat,” kata Menag dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI, Senin (15/3/2021).

BACA JUGA : IPHI DIY Desak Pemerintah Beri Penjelasan soal Haji 2021

Namun, Menag mengaku optimistis bahwa pemerintah Arab Saudi akan menyelenggarakan Ibadah Haji pada tahun ini salah satunya karena vaksinasi Covid-19 telah dilakukan di sana.

Lebih lanjut, kata Menag, otoritas Arab Saudi juga akan membuka rute penerbangan internasional per 17 Mei 2021.

“Situasi ini lebih positif dibanding tahun lalu di kuartal yang sama yang menutup penerbangan luar negeri, tidak terkecuali di musim Haji tahun 2020,” ujarnya.

Walhasil, pemerintah melalui Kementerian Agama menyatakan akan tetap melakukan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji pada tahun ini.

Sebelumnya, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan bahwa pemerintah masih menunggu kabar terbaru terkait pelaksanaan haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi.

BACA JUGA : Kemenag Tunggu Kabar dari Raja Salman soal

Pengumuman haji, kata Wamenag, hanya disampaikan langsung oleh Raja Salman. Namun, hingga saat ini pemerintah Indonesia masih diminta untuk menunggu.

“Karena sepenuhnya kewenangan memberikan ketentuan kepastian terkait dengan masalah haji akan disampaikan oleh Raja Salman,” kata Wamenag, Rabu (10/3/2021).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia