Hujan Lebat di Fukui, 244.000 Warga Jepang Diminta Waspada
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
Penyerahan GeNose ke Kemenko Polhukam. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) menyerahkan alat deteksi virus corona yang dikenal dengan nama Gajah Mada Elektronik Nose COVID-19 (Genose C19) ke Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam).
Penyerahan Genose C19 yang berlangsung di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu, sebagai upaya dini mencegah penyebaran wabah di berbagai sektor strategis dan fasilitas publik. Kepala Produksi GeNose C19 Eko Fajar Prasetyo, dalam siaran persnya, mengatakan, Genose C19 memiliki kemampuan deteksi yang cukup akurat dan sangat mudah dilakukan.
BACA JUGA : Koordinasi Bejo-UGM Demi Mendukung Produksi GeNose
Dengan hanya memakai sample nafas melaui kantong udara dan dengan waktu sekitar 50 detik, alat deteksi ini sudah bisa memberikan laporan secara akurat.
"Mengetesnya gampang, kita cukup mudah, hanya mengambil sampling nafas lalu diserahkan ke petugas atau operator. Jadi semua orang secara mandiri bisa mengambil sampling. Dari tingkat keamanan dan resiko sangat jauh lebih aman," ujar Eko.
Alat deteksi buatan anak negeri yang berasal dari Universitas Gajah Mada ini diklaim lebih efektif, lebih cepat dan memiliki harga yang sangat terjangkau, dibading alat "screening" lainnya seperti antigen dan PCR.
Mengingat alat "screening" cepat berbasis antigen masih tergantung pada pasokan dari perusahaan luar negeri, Genose C19 dinilai bisa menjadi solusi yang efektif bagi pemerintah dalam mendeteksi dini virus corona.
BACA JUGA : SMK-SMTI Jogja Rakit GeNose untuk Bantu Warga
Sesmenristek Mego Pinandito berharap produk anak bangsa ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas. "Melihat dari kepraktisannya dan keandalannya tentu Genose C19 adalah pilihan yang tepat," ujarnya.
Sekretaris Menko Polhukam Letjen TNI Tri Soewandono menyambut baik penyerahan alat deteksi COVID-19 GeNose C19 kepada kantor Kemenko Polhukam. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan produk anak negeri harus didukung penuh oleh semua pihak.
"Semoga alat ini bisa semakin memperkecil dan mempersempit penyebaran COVID-19," kata Tri Soewandono.
Usai melakukan serah terima alat deteksi GeNose C19, dilanjutkan uji coba pengambilan sampling beberapa staf Kemenko Polhukam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jepang mengeluarkan peringatan khusus hujan lebat di Fukui. Sekitar 244.000 warga diminta mengambil langkah keselamatan darurat.
BGN meminta mitra melaporkan oknum yang meminta uang untuk operasional SPPG dan menegaskan kepala SPPG wajib hadir sejak pukul 02.00.
Sebanyak 21 siswa SLB BC Wiyata Dharma 3 Ngaglik, Sleman, belajar mengolah kentang krispi sekaligus memahami sanitasi dan keamanan pangan.
Kuota LPG 3 kg 2026 berpotensi jebol. DEN meminta pengawasan distribusi dan pembinaan pangkalan diperketat agar subsidi tepat sasaran.
Lima anggota TNI diserang massa di Sarolangun, Jambi. Danrem 042/Garuda Putih memastikan pelaku diproses sesuai hukum.
Kekeringan Kulonprogo masih berlangsung. Sebanyak 630.000 liter air telah disalurkan untuk warga di lima kapanewon terdampak.