Miras Ditemukan di Lapas Cibinong, 10 Bangunan Bantaran Ciliwung Dibongkar
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Sejumlah lulusan SMA mencari informasi hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Depok, Jawa Barat, Jumat (14/8/2020)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Pendaftaran peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah dimulai dan berlangsung selama 10 hari, yaitu 15-24 Februari 2021.
Terkait pendaftaran SNMPTN, Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Samsul Rizal mengingatkan para peserta untuk cermat memutuskan program studi (prodi) pilihan, karena peserta yang dinyatakan lulus wajib memilih prodi tersebut.
“Jika telah lulus SNMPTN, secara otomatis mereka tidak dapat mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk mengikuti jalur masuk perguruan tinggi lainnya, yaitu Seleksi Bersama Masuk Peguruan Tinggi Negeri (SBMPTN),” kata Rektor USK di Banda Aceh, Minggu (14/2/2021).
Baca juga: Rata-Rata Okupansi Hotel di Jogja Selama Libur Imlek Hanya 25%
Pendaftaran SNMPTN mulai tanggal 15–24 Februari 2021 melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), yakni https://portal.ltmpt.ac.id dengan menggunakan akun LTMPT yang sudah didaftarkan.
Pada SNMPTN 2021, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian peserta SNMPTN dalam memilih prodi, yaitu peserta SNMPTN dapat memilih dua prodi dalam satu PTN, atau peserta dapat memilih dua prodi pada dua PTN berbeda.
“Jika pilihannya adalah dua PTN, maka salah satu PTN-nya wajib PTN yang berada di provinsi asal SMA. Namun, jika pilihannya hanya satu PTN maka peserta bebas memilih PTN tersebut dari provinsi mana saja,” katanya.
Rektor juga mengimbau, para peserta SNMPTN untuk memilih prodi berdasarkan kesadaran sendiri sesuai dengan cita-cita yang ingin mereka capai, bukan ikut-ikutan teman.
Baca juga: Valentine Day! Ini Ramalan Cinta Buat Kamu
Kepala Humas USK Chairil Munawir menambahkan, merujuk Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 6 Tahun 2020, kuota masuk perguruan tinggi terbagi dalam tiga bagian yaitu untuk jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan Mandiri maksimal 30 persen.
Berdasarkan persentase tersebut, USK akan menerima jalur SNMPTN 25 persen atau sebanyak 1.907 orang, SBMPTN 45 persen atau 3.427 orang dan Mandiri 30 persen atau 2.286 orang.
“Jika dijumlahkan, maka untuk kuota tahun ini USK menerima 7.620 mahasiswa baru dari tiga jalur masuk perguruan tinggi tersebut,” katanya.
Ia menambahkan, untuk informasi lebih lanjut SNMPTN peserta dapat melihatnya di website resmi LTMPT, dan apabila ada kendala selama proses pendaftaran atau lainnya dapat menghubungi "helpdesk" LTMPT, atau Humas USK pada nomor 08116752000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Komisi XIII DPR menemukan miras di salah satu bangunan Lapas Cibinong. Sebanyak 10 bangunan di bantaran Ciliwung dibongkar.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.
Sultan HB X mendorong toko dan pusat perbelanjaan di Jogja menyediakan APAR sebagai langkah awal menangani kebakaran.