Bio Farma Targetkan 13 Juta Vaksin Covid-19 Selesai Diproduksi 11 Februari

Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
10 Februari 2021 07:37 WIB Mutiara Nabila News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Proses vaksinasi Tanah Air terus dikebut termasuk sejak proses penyiapan vaksinnya. PT Bio Farma (Persero) menargetkan dapat segera merampungkan produksi vaksin Covid-19 Sinovac yang telah diolah dari bentuk bahan baku sebanyak 13 juta dosis dalam waktu dekat.

Sebelumnya, sebanyak 10 juta dosis vaksin dalam bentuk bahan baku telah datang ke Indonesia pada Selasa (2/2/2021) lalu. Kedatangan tersebut merupakan tahap yang keempat.

Sebelumnya vaksin Covid-19 telah didatangkan melalui tiga tahap sebelumnya, yakni pada Desember 2020 sebanyak 1,2 juta dosis dan disusul 1,8 juta dosis, dan pada Januari 2021 sebanyak 15 juta vaksin dalam bentuk bahan baku.

Baca juga: Cerita Dirut RS Panti Rapih yang Jadi Nakes Lansia Pertama Disuntik Vaksin Covid-19

Sejak 14 Januari 2021, PT Bio Farma (Persero) sudah mulai melakukan produksi terhadap bahan baku vaksin Sinovac yang datang pada tahap ketiga.

Juru Bicara Vaksinasi Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan harapannya vaksin yang sedang diolah dan diproduksi Bio Farma bisa selesai secepatnya sebanyak 13 batch.

“Mudah-mudahan selesai lusa ya atau 11 Februari 2021. Bulk 15 juta ini akan selesai diproduksi sekitar 13 batch. Jadi dibagi-bagi dalam beberapa batch, satu batch berisi 950.000 dosis. Jadi total ada 13 juta dosis yang kami siapkan pada 11 Februari nanti ,” kata Bambang dalam diskusi Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi, Selasa (9/2/2021).

Baca juga: Wawali: Kota Jogja Sudah Terbiasa dengan Konsep PTKM Mikro

Nantinya 13 batch ini akan diuji mutu oleh Bio Farma dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) terlebih dahulu agar memenuhi syarat.

Kemudian, bahan baku vaksin Sinovac yang datang pada tahap keempat sebanyak 10 juta akan diproduksi setelah bahan baku sebanyak 15 juta dosis selesai diproduksi.

“Jadi nanti akan dilanjutkan produksinya dan diperkirakan selesai pertengahan Maret 2021,” tambah Bambang.

Untuk pendistribusian seluruh vaksin Covid-19, Bio Farma telah menyiapkan track and trace system. Bio Farma menggunakan sistem pelacakan agar kualitas vaksin terjamin mutunya sampai ke penerimanya.

“Bio Farma menyediakan satu sistem seperti barcode baik di vial maupun dusnya, sehingga dapat melacak keberadaan vaksin maupun mutunya secara digital," papar Bambang.

Dia menambahkan, vaksinasi bukan satu-satunya solusi untuk mengatasi pandemi. Jangan sampai vaksin ini membuat masyarakat merasa bebas tanpa menjaga protokol kesehatan dan pola hidup bersih.

Selain itu, Bio Farma juga mengharapkan kemandirian negara untuk bisa segera memproduksi Vaksin Merah Putih.

“Mudah-mudahan Bio Farma dengan kemampuannya saat ini bisa mensinergikan lembaga riset dan perguruan tinggi, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga ekspor ke luar negeri,” paparnya.

Sumber : Bisnis.com