11 Jalan di Boyolali Masuk Zona Rawan Kecelakaan, Ini Daftarnya
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Tangkapan layar WAG video porno keciduk seseorang yang mengaku polisi./Twitter-@txtdarisisange
Harianjogja.com, JOGJA—Warga dunia maya dihebohkan dengan foto tangkapan layar sebuah WhatsApp Group (WAG) khusus video porno atau bokep yang terciduk anggota grup yang mengaku polisi. Ketakutan, para anggota grup itu berbondong-bondong left dari grup tersebut.
Foto tangkapan kayar tersebut mulanya diunggah akun Twitter @txtdarisisange. Dalam foto itu terlihat pesan seorang yang mengaku dari kepolisian Jakarta Pusat mencurigai adanya aktivitas penyebarluasan video berisi konten pornografi di grup tersebut.
“Saya dari kepolisian Jakarta Pusat. Kami mencurigai grup ini telah menyebarkan video p*rn*/s*ksu*l. Jelas ini melanggar hukum dan ditetapkan sebagai cybercrime,” tulis akun Twitter @txtdarisisange seperti dilansir JIBI, Jumat (15/1/2021).
Bahkan, orang yang mengaku sebagai polisi itu juga mengutip pasal dalam UU yang dinilai telah dilanggar oleh anggota grup bernama “bokep masa muda” tersebut.
“Ketentuan soal penyebaran konten bermuatan melanggar kesusilaan diatur dalam Pasal 27 Ayat 1 UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dengan hukuman 5 bulan sampai 10 tahun penjara,” lanjutnya.
Ia juga mengaku telah melacak semua nomor telepon para anggota yang tergabung dalam grup tersebut. “Kami telah melacak semua nomor yang bersangkutan, sekian terima kasih,” ungkapnya.
Pengumuman dalam tersebut langsung membuat para penghuni grup ketakutan. Satu per satu anggota grup tersebut langsung bergegas meninggalkan grup itu karena khawatir akan diciduk oleh polisi.
Namun, yang paling bikin netizen terpingkal-pingkal adalah di akhir foto tangkapan layar justru ada satu orang yang baru saja bergabung di grup tersebut. Dipastikan orang tersebut tak mengetahui pengumuman dari polisi sebelumnya.
Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti motif dari WAG berisi konten pornografi tersebut. Meski demikian, unggahan tersebut langsung viral di media sosial dan menjadi perbincangan di Twitter.
Netizen pun beramai-ramai membanjiri komentar kocak di akun tersebut menanggapi keberadaan WAG bokep itu.
“Itu yg terakhir baru join langsung nanyain mana ni b*k*p rumah langsung dikepung wkwk,” komentar pengguna Twitter @titipantuhanYME.
“Mana kalo di WA [WhatsApp] mah chat sebelum kita join ga muncul lagi ya beda kaya Telegram, makin bingung cuman berdua ada dia ama Polisi, trs dia nanya. Bro kok sepi?” tulis pengguna Twitter @upihassan.
“yg baru gabung wah sepi amat ada apa nij,” ujar pengguna Twitter @_silentmary.
“Spill aja laporkan kayak gini jangan dikasih maaf. Gayanya selangit,” kata pengguna Twitter @fahmiyaz_id.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Dishub Boyolali identifikasi 11 ruas jalan rawan kecelakaan. Empat ruas jadi prioritas dalam RAK LLAJ 2026–2031.
Sebanyak 2.663 ASN Jawa Barat terindikasi judi online. Pemprov Jabar siapkan sanksi mulai pembinaan hingga pemecatan.
Harga barang diprediksi naik pada akhir 2026 akibat biaya produksi dan pelemahan rupiah. Daya beli masyarakat terancam melemah.
BLT Rp900 ribu dari Kemensos cair atau tidak Juli 2026? Cek status penerima bansos lewat website dan aplikasi resmi berikut ini.
Komisi III DPR RI akan membentuk tim pengawas usai Febrie Adriansyah mundur dari Jampidsus. Penanganan kasus korupsi diminta tetap berjalan.
Kejati Jawa Tengah memastikan tidak ada penggeledahan atau pemeriksaan terkait SPPG. Aktivitas kejaksaan hanya sebatas pengumpulan data di lapangan.