Advertisement
Jelang Perayaan Natal, Panitia Paroki Kumetiran Jalani Rapid Test
Jelang Perayaan Natal tahun ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Jogja menerapkan rapid test bagi panitia Natal yang bertugas pada Ibadah Natal nantinya. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Jelang Perayaan Natal tahun ini, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran Jogja menerapkan rapid test bagi panitia Natal yang bertugas pada Ibadah Natal nantinya. Rapid test yang dilaksanakan oleh petugas medis RS panti Rapih dilangsungkan di panti atas Paroki setempat, Sabtu (19/12/2020).
“Ada 40 petugas Natal yang di-rapid test, dari Romo, petugas keamanan dan petugas tata laksana. Baik nantinya yang bertugas di Gereja Kumetrian maupun di Gereja St Lidwina Bedog,” kata Pastor Kepala Paroki Kumetiran, Romo Yohanes Dwi harsanto Pr, saat ditemui usai rapid test di parokinya.
Advertisement
Rapid test di saat masa pandemi Covid-19, menurut Romo Santo, selain untuk mematuhi imbauan pemerintah, bahwa Gereja harus proaktif dan menjalani rapid test secara mandiri di masa pandemi. Juga, dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa nyaman dan aman bagi umat yang nantinya akan mengikuti Ibadah Natal di Gereja Kumetiran maupun Stasi Bedog.
Dia mengimbau umat untuk terus menjaga kesehatan. Kalau merasa sakit jangan pergi ke Gereja. Cukup di rumah saja dengan mengikuti Misa Natal melalui live streaming dari rumah. “Yang sepuh-sepuh, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak di rumah saja. Mengikuti Misa streaming dari rumah,” pesan Romo Santo.
Romo Santo yang juga Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang (KAS) menjelaskan, Perayaan Natal di wilayah parokinya bakal dilaksanakan sepuluh kali. Yaitu tujuh kali di Gereja Kumetiran dan tiga kali di Stasi Bedog. “Gereja Bedog kan masih di bawah wilayah Paroki Kumetiran,” jelas dia.
Kapasitas Gereja Kumetiran disebutnya hanya untuk 600 umat, tapi maksimalnya bisa menampung 1.200 umat. Dan setiap kali Misa hanya diisi sepertiga atau 30% dari kapasitas yang ada. “Kalau kondisi normal tiap bangku biasanya diduduki lima sampai enam umat, tapi di saat pandemi ini tiap bangku hanya boleh ditempati satu atau dua umat saja,” tutur Imam Projo KAS ini.
Misa Natal nanti selain dipersembahkan oleh para Pastor Paroki setempat juga dilibatkan pula para Imam yang tinggal di Komunitas Serikat Yesus (SJ) di Bener. Umat yang boleh mengikuti Ibadah Natal di Gereja terbatas umat di parokinya. “Mereka sebelumnya sudah kami daftar nama-namanya,” jelas dia.
Pesan Natal di tengah kerpihatinan pandemi Covid kali ini umat Katolik supaya tetap bersatu bersama Tuhan, dan ikut berperan dalam menyumbangkan tenaga di tengah masyarakat. “Kami juga berharap umat tidak mengajak saudaranya mudik, tapi menyarankan mengikuti Perayaan Natal di daerahnya masing-masing,” pungkas Romo Santo. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Rawan Kecelakaan, Jembatan di Sendangrejo Akan Diperlebar
Advertisement
Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026
Advertisement
Berita Populer
- 80 Tahun Jogja Ibu Kota RI, Eko Suwanto Ajak Warga Cinta Tanah Air
- Prabowo Bahas Proyek Hilirisasi Rp100 Triliun di Hambalang
- Pemkab Kulonprogo Lantik 25 Kepsek Baru
- Parlinka Project Amikom Edukasi Pola Asuh Positif Orang Tua Remaja
- Kementan Bentuk 33 Balai Besar Modernisasi Pertanian
- Walking Tour Telusuri Jejak Sejarah Simpang Lima Boyolali
- ADD Gunungkidul 2026 Tetap Rp123 Miliar Meski TKD Dipangkas
Advertisement
Advertisement



