KABAR KAMPUS: Semester Genap, Unriyo Terjunkan Mahasiswa Kuliah di Luar Kampus

Penandatanganan realisasi program Kampus Merdeka. - Ist/unriyo.
09 Desember 2020 05:17 WIB Sunartono News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah kampus mulai menerapkan Program Kampus Merdeka seperti yang diinstruksikan Mendikbud Nadiem Makarim. Program Studi Informatika Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo) menggandeng industri, sekolah dan perguruan tinggi lain untuk menerapkan program tersebut. Para mahasiswa belajar di luar kampus selama satu semester kemudian hasilnya diseterakan dengan 20 sistem kredit semester (SKS).

Ketua Prodi Informatika, Fakultas Sains dan teknologi Unriyo I Wayan Ordiyasa menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan 11 mitra dalam penerapan program merdeka belajar, berasal dari lingkungan perguruan tinggi lain, sekolah dan industri serta lembaga riset. Sebelum penerjunan, penandatanganan kerja sama dilakukan pada Selasa (8/12/2020). Melalui praktik ini diharapkan mahasiswanya bisa mendapatkan pengalaman secara langsung di dunia kerja dan tidak hanya sebatas teori yang di dapatkan.

BACA JUGA : UPN Veteran Yogyakarta Siapkan Kampus Merdeka, Merdeka

“Mahasiswa akan mendapatkan ilmu praktis, kalau kuliah di kampus kan banyak teori, praktiknya terbatas. Kuliah dengan industri akan langsung mendapatkan dan menerapkan ilmunya,” katanya dalam rilisnya Selasa (9/12/2020).

Mahasiswa akan terjun langsung ke industri maupun lembaga yang sudah diajak kerja sama, selama satu semester akan mengikuti proses di lapangan bekerja secara langsung sesuai dengan keilmuannya. Dari aktivitas kerja tersebut akan disetarakan dengan mata kuliah sesuai dengan kurikulum dan disetarakan 20 SKS. Rata-rata merupakan mahasiswa semester tujuh dengan jumlah sebanyak 147 orang dengan proses penerjunan bertahap.

“Termasuk untuk kewirausahaan, mahasiswa bisa praktik kewirausahaan secara langsung dengan mitra, nanti kegiatannya itu disetarakan dengan 20 SKS [sistem kredit semester], dengan lama sekitar satu semester,” katanya.

Selain dengan industri, mahasiswanya juga melakukan pertukaran untuk mengikuti perkuliahan di kampus lain pada prodi yang berbeda sehingga mendapatkan tambahan pengetahuan sebagai pendukung kompetensinya. Sesuai instruksi Ditjen Dikti Kemendikbud, program tersebut akan dijalankan mulai semester genap tahun akademik 2020/2021, sehingga mulai pada Februari 2021 mendatang. Mengingat kasus Covid-19 DIY belum landai, pihaknya akan memilah kegiatan yang masih menerapkan protokol pencegahan seperti pertukaran mahasiswa karena kuliah bisa dihelat secara online.

BACA JUGA : UII Realisasikan Program Kampus Merdeka di Kawasan YI

Kepala MTS Negeri 5 Bantul Tavif Raharja mengatakan madrasahnya menjadi salah satu mitra dalam realisasi kampus merdeka. Bentuk praktik yang dilakukan mahasiswa di sekolah melalui asistensi pembelajaran. Program ini bisa saling menguntungkan antara mahasiswa dengan sekolah. Mahasiswa mendapatkan pengalaman secara langsung di sekolah, di sisi lain sekolah mendapatkan manfaat dari pengembangan aktivitas mahasiswa tersebut.

“Untuk informatika kami dari sisi peralatan sudah ada, tetapi butuh penguatan SDM, harapannya lebih bisa mendukung banyak program, sehingga sekolah kami lebih maju,” katanya.

Direktur Viva Indo Corp Fajar Yusran mengakui pelaku usaha sangat membutuhkan kerja sama dengan kampus, mengingat dunia pendidikan terus berkembang. Sebaliknya pihaknya ingin memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk belajar di dunia bisnis, mulai dari strategi hingga melakukan praktik.

BACA JUGA : Program Kampus Merdeka Bisa Diterapkan Lewat Transfer

“Karena era sekarang yang dibutuhkan tidak hanya teori saja tetapi kemampuan praktik bisnis, ini menjadi modal bagi mahasiswa setelah lulus terjun ke dunia usaha,” katanya.