Jokowi Kutuk Pembunuhan Empat Warga di Sigi

Presiden Joko Widodo menyampaikan arahan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, 2 November 2020 - Youtube Setpres
30 November 2020 17:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk keras pembunuhan terhadap empat warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Presiden menyebut tindakan di luar batas kemanusiaan itu bertujuan memprovokasi dan memecah belah Indonesia.

“Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa,” kata Jokowi dalam konferensi pers, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Senin (30/11/2020).

Selain itu, Kepala Negara juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

Presiden Jokowi juga memastikan pemerintah akan memberikan santunan kepada keluarga korban hingga penyusutan tuntas atas kasus tersebut.

Adapun, tindak kekerasan hingga pembunuhan di Kabupaten Sigi disinyalir merupakan ulah kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin oleh Ali Kalora.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD memastikan bahwa pemerintah bakal menindak tegas Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, pimpinan Ali Kalora yang menghabisi satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah.

Mahfud mengatakan saat ini pemerintah telah memerintahkan aparat keamanan melalui Satgas Operasi Tinombala untuk melakukan pengejaran dan pengepungan terhadap para pelaku.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang tegas dan sudah mengambil langkah-langkah yang tegas dan akan diteruskan secara lebih tegas lagi. Operasi ini dipimpin oleh Polri dalam tim atau satgas Tinombala," kata Mahfud dalam jumpa pers yang ditayangkan di kanal YouTube Kemenkopolhukan, Senin (29/11/2020).

Mahfud mengatakan bahwa peristiwa ini bukan perang suku apalagi perang agama. Dia menegaskan peristiwa ini dilakukan oleh kelompok kejahatan yang bernama MIT pimpinan Ali Kalora yang tidak bisa disebut mewakili agama tertentu.

"Ini sebenernya adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk meneror dan menciptakan suasana yang tidak kondusif dengan tujuan menciptakan kekacauan yang bisa mengoyak persatuan dan memecah belah bangsa," ujarnya.

Mahfud juga mengimbau kepada tokoh agama, agar menyebarluaskan pesan-pesan damai kepada masyarakat. "Sejatinya agama apapun hadir di dunia ini untuk membangun perdamaian dan persaudaran," ucapnya.

Sebelumnya, empat orang warga di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah tewas setelah dieksekusi oleh kelompok MIT. Polisi menyebut Ali Kalora langsung yang melakukan aksi tersebut.

Aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran terhadap anggota teroris MIT pimpinan Ali Kalora. Para teroris ini diduga sebagai pelaku kekerasan, berupa pembantain warga dan pembakaran rumah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia