PBB Butuh 8.000 Pesawat Kargo untuk Distribusi Vaksin Virus Corona

Vaksin Covid-19 buatan Pfizer. - Antara/Reuters
18 November 2020 22:17 WIB Asteria Desi Kartika Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Badan bantuan kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa, Unicef, akan merekrut beberapa operator industri penerbangan untuk mendistribusikan vaksin virus Corona atau vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin di dunia.

IATA memperkirakan dibutuhkan setara 8.000 pesawat kargo Boeing Co 747 berkapasitas 110 ton untuk pengangkutan vaksin global.

Kepala Kargo Asosiasi Transportasi Udara Internasional Glyn Hughes mengatakan Unicef meminta sekitar 40 operator untuk membuat rencana pengangkutan udara global dan untuk mengidentifikasi tugas komersial apa yang dapat dilakukan masing-masing pihak.

BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Vaksin Corona Rp200.000 per Dosis

Unicef memimpin upaya untuk membeli dan mendistribusikan suntikan Covid-19 ke 92 negara dengan dana dari program imunisasi GAVI, yang termasuk dalam program pemerintah, Organisasi Kesehatan Dunia, dan Bank Dunia.

Sebanyak 80 negara berpenghasilan tinggi lainnya telah memilihnya untuk mendapatkan inokulasi yang akan mereka beli,dan memperluas rencana tersebut ke 70 persen dari populasi.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan hasil uji coba tahap akhir yang dilaporkan oleh Pfizer Inc. dan Moderna Inc.

Memang vaksin tersebut belum final, namun saat ini tengah difokuskan untuk mempersiapkan bagaimana vaksin tersebut dapat didistribusikan, terutama untuk negara yang kurang mampu dalam pembelian massal.

"Sekitar 30 maskapai kargo terbesar diundang untuk berpartisipasi, termasuk spesialis pengiriman ekspres seperti FedEx Corp., United Parcel Service Inc., dan operator kargo khusus seperti Cargolux Airlines International SA," demikian dikutip Bloomberg Rabu (18/11/2020).

Grup maskapai dengan divisi kargo besar termasuk Deutsche Lufthansa AG juga ambil bagian, bersama dengan operator penumpang dengan pengalaman dalam memindahkan barang-barang khusus seperti Virgin Atlantic Airways Ltd. Peserta lainnya adalah maskapai regional dari Afrika, Amerika Latin dan Asia Tenggara.

BACA JUGA : 10 Provinsi Prioritas Vaksin Covid-19, DIY Tak Masuk

Upaya awal akan memberikan suntikan untuk sekitar 20 persen populasi lokal, dimulai dengan staf medis dan kelompok kunci lainnya. Dalam kondisi normal, Unicef memberikan bantuan kepada anak-anak dan memasok lebih dari 2 miliar suntikan dalam setahun, yang pada tahun 2019 bernilai hampir US$ 1,7 miliar.

PT Garuda Indonesia secara terpisah telah disertifikasi untuk mengangkut vaksin di dalam negeri. Dengan lebih dari 410.000 kasus virus yang dikonfirmasi sejauh ini. Indonesia tercatat sebagai negara di Asia Tenggara yang memiliki tantangan logistik terberat, dengan populasi 270 juta tersebar di seluruh kepulauan.

IATA memperkirakan bahwa setara dengan 8.000 pesawat kargo Boeing Co 747 berkapasitas 110 ton akan dibutuhkan untuk pengangkutan vaksin global.

Industri ini memiliki sekitar 2.000 kargo khusus yang biasanya membawa sekitar setengah dari semua barang yang diangkut melalui udara, sementara 2.500 pesawat penumpang saat ini hanya beroperasi dalam peran kargo.

"Itu masih menyisakan kekurangan besar yang hanya dapat diisi melalui pembukaan lebih banyak rute oleh pemerintah," kata Hughes.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia