Anak-Anak Kirab Wayang di Borobudur sekaligus Doakan Ki Seno Nugroho

Kirab wayang kulit yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja mewarnai Hari Wayang Internasional di kawasan Candi Borobudur. - ANTARA/Heru Suyitno
08 November 2020 02:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG - Anak-anak dan remaja melakukan kirab wayang kulit untuk merayakan Hari Wayang Internasional di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (7/11/2020).

Kirab yang diberi nama "laku wayang" tersebut diikuti sekitar 50 anak dan remaja, masing-masing membawa tokoh wayang kulit, mereka berangkat dari halaman Balai Konservasi Borobudur menuju halaman Candi Borobudur.

Sesampai di pelataran Candi Borobudur, peserta laku wayang yang dipimpin Ketua Sanggar Kinara Kinari Eko Sunyoto tersebut berjalan satu putaran mengelilingi candi dan berhenti di halaman sisi barat candi.

Pada kesempatan tersebut, mereka juga mendoakan almarhum dalang asal Jogja Ki Seno Nugroho yang telah meninggal beberapa hari lalu.

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan, Tempat Pengungsian Merapi Dibuat Bilik-Bilik

Eko Sunyoto mengatakan laku wayang merupakan rangkaian dalam kegiatan "World Wayang Way Borobudur" yang digelar pada 6-7 November 2020.

Ia menyebutkan dalam World Wayang Way Borobudur digelar sejumlah kegiatan, yakni pergelaran wayang, workshop wayang, layaran film wayang, pituturan dongeng wayang, laku wayang, dan pameran wayang.

Eko menyampaikan World Wayang Way Borobudur yang ketiga ini dengan tema "Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso tut wuri handayani".

"Melalui kegiatan ini kami ingin menghayati, dengan adanya pandemi ini kita berkarya yang jelas dan kita ingin mengembalikan nilai-nilai leluhur dulu bahwa Nusantara ini sebenarnya kaya akan khasanah dan keanekaragaman serta kebhinnekaan," katanya.

Ia mengatakan bersandar dari hal tersebut maka World Wayang Way Borobudur tahun ini tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

"Jadi kegiatan tetap berlangsung, tetapi diselenggarakan dengan melibatkan orang dalam jumlah terbatas. Seharusnya yang ikut arak-arakan di laku wayang ini seharusnya 324 orang, tetapi hanya dibatasi oleh 50 orang," katanya.

Kemudian pada tahun-tahun sebelumnya laku wayang dilakukan dari Pondok Tingal menuju Candi Borobudur, tetapi kali ini diperpendek dari halaman Balai Konservasi menuju Candi Borobudur agar tidak mengundang penonton guna menghindari kerumunan.

Baca juga: Sleman Tetapkan Tanggap Darurat Erupsi Merapi

Ia berharap melalui World Wayang Way Borobudur ini generasi milenial ada pengalaman, mereka tidak hanya mengenal wayang saja, tetapi bagaimana membuat wayang, mewarnai wayang, dan bisa merasakan memegang wayang yang sesungguhnya.

"Jadi ini pengalamannya lengkap, kami melakukan pengenalan pada anak-anak, harapannya nanti World Wayang Way Borobudur bisa menjadi pilot projek sebuah pengenalan wayang kepada generasi milenial," katanya. *

Sumber : Antara