Advertisement
Rizieq Shihab Komentari Karikatur Nabi: Mereka Pura-Pura Bijak
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyinggung pihak-pihak yang dia tuding bersikap 'pura -pura bijak' dalam menanggapi karikatur Nabi Muhammad SAW.
Belakangan sempat terjadi polemik terkait dengan karikatur Nabi Muhammad di Prancis. Presiden Prancis Emmanuel Macron pun menjadi sasaran kemarahan umat islam lantaran dinilai membiarkan oknum pembuat karikatur.
Advertisement
Menurut Rizieq, orang-orang yang berpura-pura bijak saat Nabi Muhammad SAW dihina adalah kaum Zindik. Padahal orang-orang yang pura-pura bijak itu kerap kali marah bilamana organisasinya atau tokoh organisasinya dihina.
Rizieq menyebut ajakan agar umat islam tidak marah saat Nabi Muhammad SAW dihina sangat menyesatkan.
"Ini ajakan yang sesat dan menyesatkan. Padahal mereka-mereka yang menjual kicauan-kicauan murahan tersebut pada saat dirinya dihina, organisasinya dihina, tokohnya dihina kelompoknya dihina bahkan mereka yang paling depan paling marah keluar dari mulutnya sumpah serapah. Bahkan lapor sana lapor sini dan seterusnya tapi manakala nabinya yang dihina mereka pura-pura arif dan pura-pura bijak," Ucap Rizieq seperti dikutip dari tayangan kanal YouTube Front TV, Senin (2/11/2020).
Rizieq pun meminta agar umat islam mengabaikan ajakan kaum zindik yang berpura-pura bijak tersebut. Dia juga menepis pemahaman bahwa karikatur tersebut bukan Nabi Muhammad.
Narasi bahwa karikatur tersebut bukan wajah Nabi Muhammad SAW lantaran tidak pernah ada yang tahu wajah Rasulullah. Untuk membantah narasi tersebut Rizieq mencontohkan soal gambar binatang yang ditambahkan nama seseorang, hal tersebut sudah memenuhi unsur penghinaan.
"Begitu juga karikatur. Karikatur apapun yang digambar dalam karikatur tersebut yang kita yakini tentu bukan wajah Nabi. Tapi pada saat ditulis bahwa ini adalah Nabi Muhammad pada saat ditulis bahwa ini adalah orang yang bernama Muhammad, pada saat dinisbahkan karikatur tersebut kepada Nabi kita, maka itu menjadi penghinaan yang tidak boleh kita biarkan," ucap Rizieq.
Dia pun kembali mengajak umat islam untuk mengikuti aksi 211 pada 2 November 2020 dan 411 pada 4 November 2020 untuk membela Nabi Muhammad SAW. Aksi 211 digelar di depan Kedutaan Prancis Jakarta, sementara aksi 411 bakal digelar di Bandung.
"Saya serukan semuanya untuk aksi 211 (2 November) di Jakarta dan aksi 411 (4 November) di Kota Bandung untuk membela Nabi Muhammad SAW yang telah dihinakan, dilecehkan oleh Presiden Prancis, yang dihinakan dilecehkan oleh sebagian masyarakat Prancis, oleh media-media Prancis," kata Rizieq.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- 74 Ribu Kendaraan Melintasi Jalan Tol Trans Jawa saat Libur Isra Miraj
- Jadwal SIM Keliling Sleman Januari 2026, Layanan Pagi hingga Malam
- Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Masih Bertahan, 18 Januari 2026
- TNI AU Turunkan Korpasgat ke Lokasi Jatuh ATR di Gunung Bulusaraung
- Dorongan Patroli Siber Polri Menguat, DPR Soroti Ancaman Child Groomin
- WEF Davos 2026, Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi Global
- Cuaca Ekstrem DIY Picu Longsor, Pohon Tumbang, dan Kerusakan Rumah
Advertisement
Advertisement




