Rute Trans Jogja 2026 Terbaru, Cek Jalur dan Tarif Lengkapnya
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Aksi unjuk rasa Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) di Pertigaan Gejayan, Sleman, Senin (5/10/2020)-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, JOGJA—Pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja disorot media asing. Salah satunya Undang-Undang ini dikhawatirkan menimbulkan masalah baru terkait isu lingkungan seperti terancamnya hutan tropis hingga hilangnya hak-hak buruh.
The New York Time dalam laman onlinenya menuliskan artikel bertajuk Indonesia’s Parliament Approves Jobs Bill, Despite Labor and Environmental Fears yang diunggah pada Senin (5/10/2020) dengan menyertakan foto utama demonstrasi buruh di Tangerang. Media ini mengutip sejumlah narasumber dari parlemen antara lain Heri Gunawan anggota Fraksi Partai Gerindra yang mendukung disahkannya RUU Cipta Kerja serta Marwan Cik Asan dari Fraksi Partai Demokrat yang menolak RUU tersebut.
BACA JUGA : Disebut Menghancurkan Hidup Pekerja, Buruh di Jogja Bakal
New York Time juga mengungkap adanya kekhawatiran investor asing, beberapa jam sebelum pemungutan suara pengesahan RUU tersebut, sebanyak 36 investor global yang mewakili lebih dari 4 triliun dollar aset yang dikelola mengeluarkan surat terbuka. Mereka menyerukan pemerintah Indonesia untuk mendukung konservasi hutan dan lahan gambut dan mengambil pendekatan jangka panjang untuk pemulihan dari pandemi.
Para investor seperti dilaporkan nytimes.com, memperingatkan dengan membalikkan keuntungan dalam pengurangan kebakaran hutan, Indonesia dapat melanggar batasan yang sedang dipertimbangkan oleh Uni Eropa atas impor produk yang dihasilkan dari deforestasi.
"Melindungi hutan tropis sangat penting untuk memerangi perubahan iklim, degradasi ekosistem, dan hilangnya keanekaragaman hayati, yang semuanya menimbulkan risiko sistemik dan material bagi portofolio kita serta kesehatan masyarakat, ekonomi, dan lingkungan kita," kata surat itu sebagaimana dikutip nytimes.com.
BACA JUGA : Pengesahan RUU Cipta Kerja, Fraksi Demokrat Walk Out
Media berbasis di Amerika Serikat ini juga mengutip pernyataan Direktur Eksekutif Amnesty untuk Indonesia, Usman Hamid, bahwa tindakan pengesahan RUU tersebut dapat melanggar komitmen Indonesia untuk melindungi hak asasi manusia sebagai penandatangan Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya.
Reuters, media berbasis di London Inggris menurunkan laporan bertajuk Global investors warn Indonesia that jobs bill puts forests at risk yang diunggah kanal online mereka pada Senin (5/10/2020). Nyaris senada dengan New York Time, Reuters juga melaporkan terkait kekhawatiran investor asing.
Media ini menuliskan investor global yang mengelola aset 4,1 triliun dolar telah memperingatkan pemerintah Indonesia bahwa RUU penciptaan lapangan kerja yang disahkan oleh parlemen pada hari Senin (5/10/2020) dapat menimbulkan risiko baru bagi hutan tropis.
BACA JUGA : Tolak Omnibus Law Cipta Kerja, KSPSI DIY Serukan Puasa 3
“Para investor mengatakan mereka khawatir undang-undang tersebut dapat menghambat upaya untuk melindungi hutan Indonesia, yang pada gilirannya akan melemahkan tindakan global untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan memperlambat perubahan iklim,” demikian ditulis reuters.com.
Artikel ini juga diupload di akun twitter reuters dan diretweet sebanyak 2.700 akun yang sebagian besar didominasi oleh warganet dari Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Jaringan bus semakin luas untuk mendukung mobilitas warga dan wisatawan di DIY.
Kelurahan Keparakan menggelar penyuluhan HIV untuk mendorong deteksi dini, pencegahan, pengobatan ARV, serta menghapus stigma terhadap ODHIV.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 30 Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan rute langsung dari Malioboro ke Pantai Parangtritis.
Polresta Sleman masih menyelidiki rumah api Seyegan dengan mengumpulkan alat bukti dan mendalami fakta lapangan untuk mengungkap penyebabnya.
Iran menolak usulan Prancis terkait pembersihan ranjau di Selat Hormuz dan menegaskan operasi sepenuhnya berada di bawah kendali Teheran.
GORA BANGSA menjadi strategi baru Dinpar Kulonprogo untuk meningkatkan PAD pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor dan digitalisasi layanan.