Bayi Ditemukan dalam Kardus di Gorong-Gorong, Menggeliat karena Banyak Semut

Bidan di Banyudono, merawat bayi laki-laki yang ditemukan warga di sebuah gorong-gorong, Senin (28/9/2020). - JIBI/Solopos/Bayu Jatmiko Adi
28 September 2020 17:27 WIB Bayu Jatmiko Adi News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI—Bayi laki-laki ditemukan dalam kardus di Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Senin (28/9/2020). Bayi tersebut ditemukan seorang pencari barang rongsok di gorong-gorong depan bangunan bekas rumah makan di sekitar jalan Solo-Semarang.

Bayi tersebut kali pertama ditemukan Agus Sunardi, warga Batan, Kecamatan Banyudono, yang kesehariannya mencari barang rongsok. Dia kebetulan menelusuri lokasi bekas bangunan rumah makan di daerah Ngaru-aru, Banyudono, di sekitar jalan Solo-Semarang. "Pekerjaan saya mencari rongsokan. Saat di depan bekas rumah makan Mbak Apri yang sudah dibongkar itu, saya curiga di gorong-gorong itu ada karsud mi instan. Kemudian saya coba raih dengan sabit. Untung saja tidak keras, ternyata isinya bayi," kata dia kepada JIBI, Senin.

Dia mengaku bayi itu tidak sedang dalam kondisi menangis, hanya menggeliat karena sudah banyak semut. "Saya bingung, saya coba minta tolong, tapi tidak ada yang menolong. Kemudian datang ibu-ibu yang mau menolong. Saya minta tolong, agar bagaimana caranya bayi ini bisa diselamatkan," lanjut dia.

Wanita yang menolong tersebut adalah Eni Sulistyowati, warga Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, yang saat itu kebetulan melintas di sekitar lokasi. "Ari-ari belum diambil, kasihan. Untung saja saat itu juga tidak hujan," kata dia. Menurutnya, di dalam kardus, juga ada kaus dewasa, celana pendek dewasa]dan handuk.

Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke bidan, di Desa Ngaru-aru, Kecamatan Banyudono, Yuliana Eni K. Saat ditemui JIBI, Yuliana mengatakan bayi yang ditemukan warga itu berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 2,4 kilogram dan panjang 48 sentimeter.

"Kondisi sehat, sudah dirawat. Tadi sudah saya beri imunisasi, jadi seperti perawatan bayi baru lahir pada umumnya," kata dia.

Dia menjelaskan saat tiba di tempatnya, ari-ari bayi tersebut masih ada. Bayi dalam kondisi tidak hipotermi, masih menangis, kondisinya masih memerah. Sepertinya belum lama [ditinggalkan], mungkin belum sampai satu jam," kata dia.

Kapolres Boyolali, melalui Kapolsek Banyudono, AKP Marjoko, mengatakan saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polisi. "Sementara masih dalam penyelidikan," kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos