Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA- Sejumlah fakta baru ihwal kasus mutilasi warga asal Sleman, DIY Rinaldi Harley Wismanu di Jakarta Selatan perlahan terungkap.
Sepasang kekasih pemutilasi Rinaldi Harley Wismanu, Laeli Atika Supriyanti (LAS) dan Djumadil Al Fajri (DAF) ternyata sempat bermalam bersama potongan tubuh korban. Laeli dan Fajri menginap bareng potongan tubuh jasad Rinaldi setelah kelelahan.
Awalnya, Rinaldi dibunuh pada 9 September 2020 di salah satu apartemen di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Jasad Rinaldi kemudian dipotong-potong (dimutilasi) menjadi beberapa bagian.
BACA JUGA: Prabowo Ketua Umum, Ini Susunan Pengurus Partai Gerindra Periode 2020-2025
Bagian tubuh Rinaldi dimasukkan ke koper oleh kedua pelaku. Sepasang kekasih itu membawa potongan tubuh Rinaldi menggunakan koper ke Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Laeli dan Fajri membawa potongan tubuh Rinaldi ke Apartemen Kalibata dalam dua kali perjalanan.
"Yang pernah saya sampaikan, tanggal 9 (september) itu setelah melakukan eksekusi langsung dibawa ternyata setelah kita rekonstruksi tanggal 9 dieksekusi, ditinggalkan dulu 3 hari di situ. Dia perpanjang lagi di penginapan di Pasar Baru," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Minggu (20/9/2020).
"Sampai eksekusi tanggal 12 itu cuma badannya di tengah dan tangan masukin ke koper langsung diantar ke Kalibata," katanya.
Berdasarkan hasil rekonstruksi, kedua pelaku membawa potongan tubuh Rinaldi dari Pasar Baru ke Apartemen Kalibata City menggunakan ojek online dalam dua kali bagian. Namun, keduanya merasa kelelahan setelah mengantar potongan tubuh korban.
"Besoknya, tanggal 13 baru yang atas lagi (dibawa). Bahkan sempat menginap di situ satu malam bersama-sama dengan jenazahnya. Alasannya kecapekan, ketiduran," ujarnya.
Pihak kepolisian bakal memeriksa kejiwaan para pelaku mutilasi tersebut. Utamanya, pelaku Fajri. Sebab, kata Yusri, pelaku Fajri tampak tenang ketika membunuh hingga memutilasi korban.
"Dengan ketenangan yang seperti itu karena yang banyak melakukan di sini tersangka DAF ini, inilah yang kita nantinya akan kita antar ke psikiater. Tapi kalau dilihat dari bentuknya tidak ada sakit jiwanya tidak ada. Orang normal dia," ucapnya.
Polisi telah menetapkan sepasang kekasih, Laeli Atika Supriyanti (LAS) dan Djumadil Al Fajri (DAF) sebagai tersangka pembunuh Rinaldi Harley Wismanu. Rinaldi dibunuh dengan cara sadis yakni dimutilasi. Potongan tubuh Rinaldi disimpan di dalam koper.
Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Sepasang Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Nginep Bareng Jasad Rinaldi di Kalibata City"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan. Simak rute aksi damai dan enam tuntutan driver online di Jogja dan Sleman.
Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu hanya meraih skor 61% di Rotten Tomatoes, tetapi tetap dipuji penggemar Star Wars.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.