Lumpuhkan 7 Orang Termasuk Kopassus, Ternyata Yulianto Gunakan Ramuan Kecubung

Ilustrasi keracunan - JIBI
25 Agustus 2020 12:47 WIB Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, SOLO — Yulianto si Jagal Kartasura, Sukoharjo saat melakukan aksinya 10 tahun lalu menggunakan ramuan khusus untuk melumpuhkan korban. Hal itu terungkap dalam proses persidangan kasus pembunuhan tujuh orang tersebut.

Ramuan cairan dari buah kecubung itu diberikan kepada korban untuk membuat mereka lemas sehingga tidak bisa memberi perlawanan saat dihabisi.

Hal ini menjawab tanda tanya adanya seorang anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan, Kopda Santoso, yang juga menjadi korban. Informasi itu disampaikan Sutarto, mantan penasihat hukum Yulianto, Senin (24/8/2020).

Baca juga: Whatsapp Web Bisa Video dengan 50 Orang, Ini Caranya

Menurut dia, berdasarkan fakta persidangan kala itu, Kopda Santoso diberi cairan herbal buah kecubung racikan Yulianto si Jagal Kartasura sebelum dieksekusi. Setelah diminumi cairan itu pun korban tidak langsung dieksekusi Yulianto.

“Korban dipijat Yulianto dalam keadaan telungkup. Dipijat dari pundak ke bawah, lalu naik lagi ke punggung, pundak dan leher. Yulianto memijat sambil ngobrol. Saat di leher itu korban dipiting sampai meninggal,” ujar dia.

Karena dalam kondisi telungkup dan baru saja minum ramuan kecubung, korban pun tak bisa melakukan perlawanan. Akhirnya korban meregang nyawa di tangan sang Jagal Kartasura yang beraksi menggunakan tangan kosong.

Baca juga: Atasi Pandemi, Gadis Berparas Ayu Ini Beralih Jadi Penjual Tahu Goreng di Sleman

Sutarto mengatakan tidak hanya Kopda Santoso yang dihabisi Yulianto di Jagal Kartasura dengan cara dibuat lemas menggunakan cairan kecubung. “Semua korban diminumi kecubung. Kalau minum itu kan jadi lemas, tidak berdaya,” kata dia.

Kemampuan Yulianto meracik jamu kecubung, menurut Sutarto, diperoleh dari belajar secara autodidak. Sang jagal membeli dan mempelajari buku membuat ramuan herbal, termasuk cara meracik cairan jamu kecubung.

“Zaman dulu itu belum musim Youtube atau Internet. Komunikasi sosial baru ramai Blackberry Messenger [BBM]. Yulianto mengaku belajar meracik cairan kecubung dari buku-buku yang dia beli di toko-toko buku,” imbuh dia.

Sedangkan bahan baku ramuan kecubung didapat dari sekitar rumahnya. Yulianto menanam tanaman kecubung di sekitar rumahnya. “Dia juga belajar memijat secara autodidak dari membaca buku yang dibelinya,” urai dia.

Sumber : Solopos.com