Cucu PB XII Ingin Tantang Gibran Putra Jokowi di Pilkada Solo

Cucu Paku Buwono XII, B.R.A. Putri Woelan Sari Dewi. - JIBI/Solopos/Istimewa
01 Agustus 2020 20:17 WIB Kurniawan News Share :

Harianjogja.com, SOLO - Putri Woelan, cucu Pakubuwono XII, berniat maju di Pilkada Solo 2020 untuk menghadapi Gibran Rakabuming Raka, putra Presiden Joko Widodo.

Achmad Purnomo mengatakan cucu Pakubuwono XII bernama lengkap B.R.A Putri Woelan Sari Dewi itu telah menemui dirinya secara langsung untuk menyampaikan niat maju di pilkada.

“Iya, sudah ketemu. Dia cerita ingin maju. Ya silakan, ndak apa-apa, silakan. Bisa lewat koalisi atau independen,” ujar Achmad Purnomo kepada wartawan, Sabtu (1/8/2020).

Purnomo tidak menyebutkan kapan pertemuannya dengan Putri Woelan membahas Pilkada Solo digelar. Informasi yang diperoleh Jaringan Informasi Bisnis Indonesia menyebut pertemuan itu terjadi sebelum Purnomo yang menjabat Wakil Wali Kota Solo dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (23/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Purnomo memberikan masukan kepada cucu Pakubuwono XII yang ingin meramaikan Pilkada Solo.

“Mbak Putri tanya bagaimana keadaan saya, bagaimana parpol di Solo dan pilkada. Ya saya cerita apa adanya, PDIP yang paling kuat. Parpol lain kalau mau mengusung calon harus punya sembilan kursi DPRD. Lah bisa ndak,” urai dia.

Dia lantas mengulas posisi parpol non-PDIP pemilik kursi di DPRD Solo seperti PKS, PAN, Partai Golkar, Partai Gerindra dan PSI. Purnomo menyebut bila mereka mau berkompromi untuk menggalang koalisi tentu bisa mengusung calon di Pilkada Solo.

Koalisi

Gabungan parpol itu berkekuatan 15 kursi DPRD, yang terdiri atas PKS lima kursi, PAN tiga kursi, Partai Golkar tiga kursi, Partai Gerindra tiga kursi, dan PSI satu kursi. Meski demikian Purnomo tidak yakin koalisi itu terbentuk.

“Tapi menurut perhitungan saya ndak bisa [kompromi],” kata dia.

Bila gabungan parpol itu gagal membentuk koalisi untuk mengusung pasangan cawali-cawawali sendiri, Purnomo memprediksi Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa akan melawan pasangan dari jalur perseorangan atau kotak kosong.

“Kayaknya di Solo pilkada nanti Gibran-Teguh melawan Bajo [paslon perseorangan] atau kotak kosong,” tutur dia.

Di sisi lain, Purnomo menilai akan lebih baik Pilkada Solo 2020 diwarnai tampilnya beberapa pasangan cawali-cawawali. Dengan begitu pesta demokrasi warga Solo menjadi lebih berwarna karena rakyat disuguhi beberapa pilihan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia