Kementerian PUPR Mulai Bangun 5 Bendungan Baru untuk Ketersediaan Air Baku

Proyek Bendungan Kuwil Kawangkoan membutuhkan investasi Rp1,508 triliun. - KPPIP
31 Juli 2020 08:27 WIB Arif Gunawan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan bakal terus melanjutkan pembangunan bendungan baru di sejumlah provinsi guna memenuhi target ketahanan air dan pangan secara nasional.

Salah satu target yang disasar kementerian ini adalah penyediaan air baku sebesar 54,81 meter kubik per detik pada 2024. Target itu antara lain direalisasikan dengan pengembangan Bendungan Tiu Suntuk di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Sepaku Semoi di Kalimantan Timur, Bendungan Jragung di Jawa Tengah, Bendungan Ameroro di Sulawesi Selatan dan Bendungan Budong-budong di Sulawesi Barat.

Dua di antaranya telah memiliki kontrak pengembangan yakni Bendungan Tiu Suntuk dan Bendungan Sepaku Semoi. Selebihnya sedang dalam proses lelang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. Disamping itu kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya Kamis (30/7/2020).

Bendungan Tiu Suntuk berada di Desa Mujahidin Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan total sebesar 56 juta meter kubik dengan luas genangan 337 hektare.

Groundbreaking Bendungan Tiu Suntuk sudah dilakukan pada Februari 2020 dan ditargetkan selesai pada 2023. Pembangunan bendungan ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (NTB) dengan kontraktor PT Nindya Karya - PT Bahagia Bangun Nusa KSO untuk paket I senilai Rp650 miliar.

Bendungan Tiu Suntuk dapat menyuplai air irigasi seluas 1,743 ha dan air baku Kabupaten Sumbawa Barat 68 liter/detik, penyediaan potensi energi listrik sebesar 0,81 MW, retensi banjir 425,68 meter kubik perdetik, serta fungsi tambahan sebagai konservasi sumber daya air, pariwisata, dan perikanan darat.

Selanjutnya bendungan yang telah terkontrak adalah Bendungan Sepaku Semoi yang berada di Desa Tengin Baru, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Bendungan ini memiliki kapasitas tampungan sebesar 11 juta meter kubik dengan luas genangan 232,51 ha.

Kehadiran Bendungan Sepaku Semoi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan sebesar 2.500 liter/detik. Pembangunan bendungan senilai Rp711 miliar ini dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan III dengan kontraktor PT Brantas Abipraya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia