Cuaca Ekstrem Ancam Jemaah Haji, Risiko Panas Diprediksi Meningkat
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.
Sejumlah peserta mengikuti pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali, Minggu (5/7/2020). Sebanyak 5.239 orang peserta mengikuti UTBK SBMPTN 2020 di Universitas Udayana yang dilaksanakan dengan menerapkan berbagai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Harianjogja.com, JAKARTA – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap II untuk masuk ke perguruan tinggi tinggal sepekan lagi.
Para peserta diimbau untuk tetap menjaga kesehatan agar bisa mengikuti ujian.
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Mohammad Nasih mengatakan lantaran tengah dilanda pandemi Virus Corona penyebab Covid-19, para peserta harus memperhatikan beberapa hal berikut sebelum ikut ujian:
BACA JUGA : Pendaftaran Ditutup, 702. 927 Calon Mahasiswa Akan Ikuti
1.Perserta harus memenuhi persyaratan kesehatan terkait dengan Covid-19, ditunjukkan dengan suhu tubuh pada saat sebelum tes yang tidak melebihi 37,5 derajat Celcius atau dengan hasil rapid tes non-reaktif, atau dengan hasil swab tes negatif.
2.Peserta UTBK – SBMPTN 2020 dimohon untuk mempersiapkan diri dan menjaga kesehatan dengan mengisolasi mandiri di rumah serta tetap menerapkan perilaku hidup sehat.
3. Apabila peserta tidak dapat memenuhi persyaratan kesehatan, maka tidak diperbolehkan ikut tes UTBK SBMPTN 2020.
4. Para pusat UTBK di daerah tertentu yang mensyaratkan rapid test atau peserta merasa kurang sehat dianjurkan untuk melakukan rapid test lebih awal, sehingga apabila menunjukkan reaktif masih tersedia waktu untuk melakukan tes ulang atau swab test dan hasil tes dilaporkan paling lambat 22 Juli 2020.
BACA JUGA : Hari Ini, Pendaftaran UTBK SBMPTN 2020 Dibuka. Begini
Nasih juga mengatakan bahwa bagi para peserta yang sempat gagal mengikuti UTBK tahap I, karena memiliki hasil rapid test reaktif, bisa mengikuti UTBK tII. Namun, untuk selanjutnya tidak ada tahap III.
“Karena tahap selanjutnya universitas melakukan ujian masuk mandiri. Banyak yang sudah menunggu, dan hasil UTBK ini dibagikan, universitas baru boleh [ujian] mandiri,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Studi terbaru mengungkap cuaca ekstrem akibat perubahan iklim mengancam keselamatan jemaah haji dengan risiko panas mematikan di Tanah Suci.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari, satu selamat di kereta, satu meninggal di selokan. Polisi lakukan penyelidikan.
Pemerintah susun Perpres perlindungan nakes usai kasus dr Icha, soroti intimidasi dan lemahnya sistem keamanan.
Usaha pigura di Sleman tertekan kenaikan harga kaca dan kayu, sementara penjualan turun hingga 50 persen akibat melemahnya daya beli.
Jadwal 16 besar Piala Dunia 2026: Kanada vs Maroko dan Paraguay vs Prancis, Minggu dini hari WIB. Simak jam tayang & siaran langsung.
Kasus dugaan penganiayaan di Daycare Jogja bertambah jadi 27 tersangka, dengan 103 anak korban. Polisi masih kembangkan penyidikan.