Pendakian Gunung Lawu Kembali Dibuka, Bupati Karanganyar Minta Jalur Dirawat

Foto Ilustrasi pendaki. - Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
27 Juni 2020 11:17 WIB Candra Mantovani News Share :

Harianjogja.com, KARANGANYAR – Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengimbau kepada sukarelawan Gunung Lawu, Karanganyar untuk tetap memerhatikan jalur pendakian Gunung Lawu sebagai persiapan pembukaan jalur pendakian. Hal tersebut berfungsi untuk meminimalkan adanya potensi pendaki yang tersesat.

Yuli, panggilan akrabnya mengatakan setelah adanya kasus pembacokan terhadap Wakapolres Karanganyar, Kompol Busroni, di jalur pendakian Lawu, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian terkait dibukanya jalur pendakian.

Menurutnya, pembukaan jalur pendakian berjalan secara fleksibel. Namun, dia mengimbau kepada para sukarelawan Gunung Lawu agar tetap menjaga jalur pendakian dengan membersihkan dari rumput liar agar pendaki tidak tersesat.

BACA JUGA : Pendaki di Gunung Merbabu Diminta Waspada Cuaca 

“Saya rasa kami fleksibel soal jalur pendakian. Yang jelas untuk sukarelawan, kami selalu memandu agar jalur pendakian itu terus dibersihkan. Karena kan selama penutupan jalurnya tertutup rumput dan tanaman liar. Ini fungsinya agar tidak ada pendaki yang nantinya tersesat karena jalur pendakian yang tidak terlihat,” jelas dia kepada JIBI/Solopos beberapa waktu lalu.

Orang nomor satu di Bumi Intanpari tersebut menyarankan agar para sukarelawan tetap menjaga jalur pendakian. Sehingga, ketika beroperasi normal, jalur pendakian sudah dalam kondisi siap digunakan.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Nardi, menjelaskan, beberapa relawan akan melakukan kerja bakti guna membersihkan kembali jalur pendakian lawu yang dulu sempat tak dirawat. Untuk pendakian jalur ceto para relawan bekerja bakti membersihkan jalur pendakian mulai Rabu (24/6/2020).

“Paling nanti membersihkan rumput yang mengganggu jalan dan menutupi. Kemungkinan nanti Rabu kalau di sini. Tapi kalau via Cemoro Kandang kami tidak tahu relawan akan melakukan kapan,” jelas dia.

Sumber : JIBI/Solopos