Gegara Visa Dicabut Trump, Ini Langkah Presiden Palestina di Sidang Umum PBB
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah ahli menyebut bahan makanan berisiko kecil menyebarkan virus Corona. Hal ini diungkapkan menyusul adanya dugaan salmon impor menjadi penyebab penyebaran virus corona di Beijing.
Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) mengatakan tidak menemukan adanya bukti yang menunjukkan bahwa makanan dapat menularkan virus. Pandangan tersebut diamini oleh juru bicara Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Kate Grusich yang mengatakan bahwa virus corona tidak bertahan lama di permukaan benda sehingga risiko penyebaran dari produk makanan atau kemasan sangat rendah.
Baca Juga: Hampir 1.000 Orang di Bantul Akan Rapid Test Covid-19, Ini Jadwal dan Lokasinya
Chile, penjual salmon terbesar kedua setelah Norwegia, berusaha meyakinkan China bahwa produk mereka aman untuk diimpor setelah sejumlah pesanan dibatalkan. Otoritas Keamanan Pangan Norwegia juga mengatakan tidak ada kasus infeksi yang terbukti menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Dugaan penyebaran melalui makanan muncul setelah penelusuran infeksi virus corona berujung di papan pemotong penjual salmon impor di sebuah pasar di Beijing. Meskipun ada kemungkinan orang yang terinfeksi menyebarkan virus ke papan pemotongan tersebut, banyak produk salmon yang telah ditarik dari supermarket besar sementara para ahli memperingatkan orang-orang untuk tidak mengkonsumsi ikan yang kaya omega-3 tersebut.
Baca Juga: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya
Hanya ada beberapa contoh kecil penularan virus corona dari hewan. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan bahwa daging yang dimasak dengan matang dari ternak yang sehat aman, tetapi memperingatkan orang untuk menghindari daging dari hewan liar atau ternak yang sakit.
Para ahli kesehatan telah mengkonfirmasi bahwa penularan dapat terjadi secara tidak langsung dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi, meskipun CDC mengatakan pada akhir Mei bahwa cara tersebut kemungkinan besar bukan media utama penyebaran virus.
Baca Juga: 5 Pasien Covid-19 di Jogja OTG, Pemkot Rapid Test Acak kepada 618 Warga dari 35 Kelurahan
Belum ada bukti jelas apakah virus dapat ditularkan melalui makanan beku yang kemudian dicairkan. Seorang profesor di Boston University School of Public Health, David Hamer, mengatakan bahwa meskipun tidak ada bukti bahwa Covid-19 dapat ditularkan melalui makanan, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikannya.
"Hal ini menimbulkan banyak kekhawatiran tentang prospek pergerakan global pasokan makanan. Ini bisa memicu kepanikan jika orang berpikir makanan mereka bisa menjadi penyebab infeksi,” ungkap Hamer, seperti dikutip Bloomberg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Presiden AS Donald Trump mencabut visa kedatangan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berpidato saat sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.